Jawa Tengah terima penghargaan inovasi pelayanan kesehatan

Jawa Tengah terima penghargaan inovasi pelayanan kesehatan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima penghargaan dari Kemenpan-RB yang diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto:Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)

Kami memang mendorong agar setiap instansi membuat satu inovasi,
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menerima penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) karena melakukan inovasi pelayanan kesehatan berbasis daring untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan salah satunya komitmen dokter spesialis untuk datang tepat waktu di RSUD Purwokerto.

Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 itu diserahkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Istana Wakil Presiden RI Jalan Medan Merdeka Selatan No 6 Jakarta Pusat, Selasa.

Pelayanan berbasis daring di RSUD Margono Soekarjo itu diberi nama TeLe ApIK (Teyeng NdeLeng Antrean Pendaftaran dan Poliklinik).

Baca juga: Wapres JK serahkan penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019

Melalui program itu, masyarakat yang telah mendaftar secara daring untuk berobat di poliklinik RSUD Margono Soekarjo juga bisa memperkirakan jam berapa pasien tersebut akan mendapat pelayanan.

"Kami memang mendorong agar setiap instansi membuat satu inovasi, satu OPD satu inovasi, begitu pula kabupaten/kota, kita pilih yang mana mau dilombakan. Kita ajukan 22 dan masuk ke Top 99, kemudian diseleksi menjadi 45 yang terbaik, kita mendapat 8 yang terbaik. Kami tentu bangga dan senang, di Jateng inovasi menjadi tradisi karena telah membanggakan masyarakat," kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Dengan diterimanya penghargaan itu, Ganjar berharap bisa menjadi rangsangan maupun semangat baik bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk membuat aplikasi atau sistem yang mendorong layanan publik menjadi lebih baik lagi.

Baca juga: Bali terima penghargaan inovasi pelayanan publik lewat "Sipadu"

Selain itu, juga akan menjadi rujukan nasional maupun daerah-daerah yang belum membuat aplikasi atau sistem.

"Kita ini sebenarnya punya banyak aplikasi bagus, ada Sakpole, Sihati, Jalan Cantik yang tidak kita ikutkan lomba, tapi memang belum ingin kita ikutkan saja," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, inovasi merupakan keniscayaan bagi pemerintah daerah dalam menjawab dinamika yang berkembang sehingga daerah sedapat mungkin membuat terobosan positif dalam menjawab perkembangan tersebut dengan membuat dan menciptakan inovasi.

"Inovasi itu tentunya penting untuk semua daerah, terutama bagi daerah yang memegang prinsip kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Padahal sebenarnya, kalau bisa dipermudah, daerah bisa lebih makmur, lebih cepat dan lebih baik," kata Wapres.

Baca juga: Jateng borong "Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik"

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar