Harga emas jatuh hingga 14,1 dolar, tertekan kenaikan ekuitas AS

Harga emas  jatuh hingga 14,1 dolar, tertekan kenaikan ekuitas AS

Ilustrasi: Emas batangan (REUTERS/© Arnd Wiegmann)

Chicago (ANTARA) - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena logam mulia tertekan oleh meningkatnya pasar ekuitas Amerika Serikat setelah sehari sebelumnya menguat.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember jatuh 14,1 dolar AS atau 0,94 persen, menjadi ditutup pada 1.483,5 dolar AS per ounce.

Pada pukul 17.30 GMT, Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 273,67 poin atau 1,02 persen. Indeks S&P 500 naik 34,05 poin atau 1,15 persen, dan Indeks Komposit Nasdaq naik 104,62 poin, atau 1,3 persen.

Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas Amerika Serikat. Ketika pasar saham sedang naik para investor mungkin berhenti membeli aset-aset safe-haven karena mengalihkan investasi mereka ke aset-aset berisiko seperti saham.

Namun penurunan harga emas lebih lanjut tertahan oleh pelemahan dolar AS, dengan indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,16 persen menjadi 98,2867 pada akhir perdagangan.

Dolar AS tertekan setelah pada Selasa (15/10/2019) diberitakan bahwa negosiator Inggris dan Uni Eropa (UE) mendekati kesepakatan rancangan Brexit. Para pejabat Uni Eropa seperti dikutip oleh Bloomberg mengatakan bahwa mungkin ada terobosan sebelum Selasa sore.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 32,6 sen atau 1,84 persen menjadi ditutup pada 17,384 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 10,2 dolar AS atau 1,13 persen, menjadi 889,2 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Rupiah sore anjlok, dipicu defisit neraca perdagangan

Baca juga: IHSG ditutup menguat, ditopang meredanya perang dagang

Baca juga: Bursa saham Inggris melemah, Indeks FTSE-100 ditutup turun 0,03 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar