Revitalisasi trotoar Jakarta terintegrasi dengan transportasi umum

Revitalisasi trotoar Jakarta terintegrasi dengan transportasi umum

Warga berjalan melewati akses pejalan kaki di kawasan Bundara HI, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama.

Revitalisasi trotoar ini juga dimaksudkan untuk integrasi transportasi umum di DKI Jakarta
Jakarta (ANTARA) - Pembangunan dan revitalisasi trotoar di DKI Jakarta selain untuk menghadirkan kesetaraan bagi masyarakat, juga untuk mengintegrasikan transportasi umum di wilayah tersebut.

"Revitalisasi trotoar ini juga dimaksudkan untuk integrasi transportasi umum di DKI Jakarta," kata Pejabat Pembuat Komitmen Infrastruktur Khusus Kegiatan Strategis Daerah Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Riri Asnita, dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Riri menjelaskan, integrasi antara trotoar dengan moda transportasi ini juga sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 untuk mengendalikan kualitas udara Jakarta.

Baca juga: Dua tahun Anies, revitalisasi jalur pedestrian dorong nilai kesetaraan

Dengan Ingub ini, lanjut dia, warga Jakarta didorong untuk lebih mengutamakan aktivitas berjalan dan menggunakan transportasi umum, baik dari dan menuju tempat kerja maupun saat berwisata.

Riri mengatakan terintegrasinya trotoar dengan moda transportasi memberikan kenyamanan sekaligus mendorong warga untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

"Transportasi publik yang terintegrasi dengan revitalisasi trotoar di Jakarta yakni Bus Transjakarta (BRT), Bus Reguler, KRL, dan MRT," kata Riri.

Pembangunan dan revitalisasi pedesterian ini adalah komitmen Pemprov DKI Jakarta menghadirkan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki di Jakarta.

Baca juga: Revitalisasi trotoar Cikini untuk hadirkan Jakarta Kota Seni

Kesetaraan tersebut tercermin dari tersedianya bidang kiring (ramp), paving kuning di trotoar (guiding block), hingga pemuatan instalasi dan aktualisasi karya seni di ruang-ruang terbuka yang bisa dinikmati setiap warga dengan bebas.

Revitalisasi trotoar telah dilakukan sejak 2017 sampai 2019 sepanjang 134 kilometer. Angka ini ditargetkan akan terus meningkat pada 2020, dengan menyiapkan revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer dengan anggaran optimal hingga Rp1,1 triliun rupiah.

Untuk tahun ini revitalisasi trotoar diperluas ke lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta. Sebanyak 51 lokasi jalan di seluruh wilayah Jakarta yang mengalami revitalisasi trotoar dengan total anggaran sekitar Rp327 miliar rupiah.

Baca juga: Pemkot Jakarta Timur persiapkan trotoar Jatinegara untuk PKL

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov DKI Jakarta akan lanjut tebang pohon-pohon untuk revitalisasi trotoar

Komentar