Asosiasi Libra Facebook ditinggal sejumlah pendukung

Asosiasi Libra Facebook ditinggal sejumlah pendukung

Dokumen: Representasi mata uang virtual ditampilkan di depan logo Libra dalam gambar ilustrasi ini, 21 Juni 2019. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah perusahaan yang semula mendukung proyek mata uang kripto Libra dari Facebook kembali mundur dari asosiasi, tidak lama setelah mereka memilih lima anggota direksi.

"Ini koreksi, bukan kemunduran," kata kepala kebijakan dan komunikasi Asosiasi Libra, Dante Disparte, dikutip dari Reuters.

Priceline, Kayak dan Booking resmi menarik diri dari Asosiasi Libra, kelompok yang ingin memperkenalkan koin digital ke perdagangan arus utama pada 2020.

Pemain besar di sektor keuangan, Visa Inc dan Mastercard Inc sudah lebih dulu mengumumkan mundur dari proyek ini. Ebay Inc, startup teknologi finansial Stripe dan penyedia layanan pembayaran Mercado Pago juga tidak melanjutkan rencana kerja sama ini.

PayPal Holding Inc awal bulan ini juga keluar dari Asosiasi Libra, proyek dari Facebook ini tidak lagi memiliki penyokong besar di bidang pembayaran.

Baca juga: Mark Zuckeberg bakal disidang gara-gara Libra

Baca juga: PayPal keluar dari grup pendukung mata uang kripto Facebook Libra


Sementara itu, Vodafone Group Plc, Uber Technologies Inc dan Lyft Inc masih bergabung dengan proyek Libra.

Asosiasi Libra bersama 21 anggota yang kini masih ada baru saja mengadakan pertemuan di Jenewa, Swiss, menghasilkan persetujuan pasal interim bagaimana pengaturan organisasi, salah satu persyaratan dari undang-undang di negara tersebut.

Asosiasi Libra menunjuk lima orang sebagai dewan direksi, termasuk diantara mereka David Marcus dari Facebook, seorang perwakilan dari PayU, perusahaan ventura Andreessen Horowitz, perusahaan blockchain Xapo Holding Limited dan organisasi nirlaba Kiva Microfunds.

Proyek mata uang kripto Libra mendapat kritik keras dari Amerika Serikar dan Eropa karena dianggap dapat merusak stabilitas keuangan global, mengganggu kerahasiaan data pengguna hingga kekhawatiran pencucian uang.

Prancis bulan lalu meminta Eropa memblokir Libra, sementara Bank of England menetapkan persyaratan yang tinggi sebelum mata uang kripto tersebut diluncurkan.

Libra akan didukung oleh sejumlah aset fisik betulan, termasuk deposito bank, surat berharga pemerintah jangka pendek dan diawasi oleh Asosiasi Libra.

Baca juga: WSJ: Visa, Mastercard pertimbangkan kembali dukung Libra Facebook

Baca juga: Pendukung mata uang kripto Facebook Libra mundur?

Baca juga: Para kepala keuangan G7 cegah rencana koin digital Facebook

Baca juga: Bitcoin jatuh ketika para senator AS periksa rencana kripto Facebook

 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Komentar