Telkomsel akui belum semua daerah di NTT terjaring telekomunikasi

Telkomsel akui belum semua daerah di NTT terjaring telekomunikasi

ilustrasi Petugas melakukan perawat BTS (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)

Kalau untuk NTT memang belum semuanya terlayani oleh jaringan telekomunikasi, seperti di beberapa kabupaten di Pulau Timor ini
Kupang (ANTARA) - PT. Telkomsel wilayah NTT mengakui bahwa sejumlah desa di beberapa kabupaten di NTT yang berbatasan dengan Timor Leste masih sulit mendapatkan akses layanan telekomunikasi.

Branch Manager Telkomsel NTT, Eureka Meliala kepada wartawan di Kupang, Rabu, mengatakan sejumlah kabupaten di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste itu antara lain di kabupaten Belu, Malaka dan Amfoang, serta beberapa daerah di wilayah daratan Timor.

"Kalau untuk NTT memang belum semuanya terlayani oleh jaringan telekomunikasi, seperti di beberapa kabupaten di Pulau Timor ini," katanya.

Saat ini kata dia sejumlah daerah di wilayah perbatasan sedang diupayakan untuk pembangunan jaringan telekomunikasi sekaligus perbaikan jaringan yang mungkin saja rusak.

Namun kata dia, selama proses pembangunan selalu saja ditemukan adanya kendala, akibat topografi wilayah NTT khususnya di kawasan perbatasan yang mempersulit pembangunan.

Namun walaupun demikian, kata dia, berdasarkan data jangkauan jaringan telekomunikasi di NTT sudah mencapai 98 persen.

"Dengan jumlah BTS sebanyak 1.300 unit yang dipasang di setiap kabupaten di NTT untuk meningkatkan kenyamanan konsumen," ujar dia.

Ia mengatakan pihak Telkomsel sendiri juga akan terus meningkatkan pelayanan walaupun kondisi topografi di NTT memang sangat sulit, salah satunya infrastruktur jalan.

Sebab menurut dia, jika jaringan komunikasi bagus maka akan mendukung peningkatan perekonomian masyarakat sebab sudah pasti akan ada minat investasi.

Baca juga: Telkomsel incar pertumbuhan konsumen lewat gim
Baca juga: Melalui "Roadshow Ramadhan" Telkomsel bantu masjid di NTT

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar