Harapan Selpi pulangkan ibunya dari Arab Saudi belum terlaksana

Harapan Selpi pulangkan ibunya dari Arab Saudi belum terlaksana

Selpi (21) anak sulung Alis TKI asal Cianjur, Jawa Barat, yang sejak 21 tahun tidak pernah bertemu dengan ibunya, berharap bantuan dari pemerintah untuk memulangkan ibunya. ANTARA/Ahmad Fikri

ibu pernah menghubungi menggunakan nomor majikannya agar tuntutan dicabut, nadanya seperti tertekan
Cianjur (ANTARA) - Harapan Selpi (21) agar orang tuanya , Alis Juariah, TKI asal Kampung Muhara, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat, dipulangkan ke Indonesia belum mendapat titik terang.

Selpi Lusniawati (27) anak sulung Alis yang sudah 21 tahun tidak bertemu dengan ibu kandungnya itu, bahkan telah bersurat ke Presiden RI Joko Widodo, agar dapat membantu kepulangan Alis yang diketahui berada di Saudi Arabia.

"Kami sudah bertanya ke KBRI yang berusaha memulangkan sejak dua bulan yang lalu. Bahkan KBRI sudah pernah menghubungi majikan dimana ibu saya bekerja, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan," katanya pada wartawan Rabu.

Saat ini, ungkap dia, Keluarga hanya bisa menunggu karena beberapa waktu lalu Alis sempat menghubungi pihak keluarga agar mencabut tuntutan sesuai keinginan majikannya.

​​​​​​"Setelah menerima surat dari Kementerian luar negeri dan BNP2TKI, ibu pernah menghubungi menggunakan nomor majikannya agar tuntutan dicabut, nadanya seperti tertekan," katanya.

Baca juga: Pemerintah diharapkan membantu kepulangan Alis Juariah
Baca juga: Astakira : Masih marak perusahaan berangkatan TKI


Meskipun telah mengetahui keberadaan ibunya dan dalam kondisi sehat, namun Selpi tetap meminta ibunya dapat berkumpul dengan keluarga karena sejak dia kecil, hingga berumah tangga belum pernah berrtemu dengan ibu kandungnya itu.

"Saya akan mengirim surat langsung ke Raja Salman, agar dapat membantu kepulangan ibu secepatnya. Apapun kondisinya, kami hanya ingin berkumpul seperti dulu," katanya.

Sementara Ketua DPC Astakira Pembaharuan Cianjur, Ali Hildan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas KBRI di Arab Saudi, agar kepulangan Alis bisa dipercepat dan ada kepastian.

Pasalnya ungkap dia, majikan melalui surat ke KBRI berjanji akan memulangkan Alis 25 hari terhitung pihak KBRI menghubungi sang majikan, namun hingga dua bulan berlalu, kepulangannya belum ada kepastian.

"Kami yang diberikan kuasa, akan berupaya maksimal, agar Alis dipulangkan ke tanah air, sesuai permintaan keluarga. Harapan kami pemerintah daerah hingga pusat dapat membantu keinginan keluarga," katanya.

Baca juga: Dua TKI asal Cianjur meninggal karena sakit
Baca juga: Kelompok usaha purna TKI berharap ada perhatian pemkab

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cianjur, pelanggaran pelaksanaan pemilu tertinggi di Jabar

Komentar