Raja Eswatini targetkan peningkatan kerja sama dengan Indonesia

Raja Eswatini targetkan peningkatan kerja sama dengan Indonesia

Duta Besar RI untuk Eswatini Salman Al Farisi (kiri) menyerahkan surat kepercayaan (credetial letters) dari Presiden Joko Widodo kepada Raja Eswatini Mswati III di Istana Kerajaan Eswatini di Mbabane pada Senin (14/10/2019). (KBRI Pretoria)

Jakarta (ANTARA) - Raja Eswatini, Mswati III, saat menerima surat kepercayaan (credentials) yang diserahkan oleh Dubes RI untuk Eswatini, Salman Al Farisi, menyampaikan harapan dan keinginan untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia.

Penyerahan surat kepercayaan itu dilaksanakan di Istana Kerajaan yang berlokasi di Mbabane, Ibukota Eswatini pada Senin (14/10), menurut keterangan tertulis dari KBRI Pretoria yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pada kesempatan tersebut, Raja Mswati III yang didampingi oleh Deputi Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Pangeran, dan beberapa jajaran pemerintahannya menyatakan keinginannya untuk mempererat kerja sama bilateral dengan negara-negara sahabat.

"Ada banyak hal baik di sekitar kita, untuk itu kita harus bekerja sama," ujar dia.

Raja Mswati III pun mendorong investor Indonesia datang ke Eswatini sebagai tujuan investasi di sejumlah sektor yang dapat dieksplorasi bersama, seperti pada sektor pariwisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Sementara dalam bidang politik, Raja Eswatini menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Pemilu di Indonesia yang berlangsung aman dan damai.

Dubes RI Salman Al Farisi menyampaikan salam hangat dari Presiden Joko Widodo  kepada Raja Mswati III dan kepada jajaran pemerintah serta seluruh rakyat Kerajaan Eswatini.

​​​​​​Dubes Salman berharap peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Eswatini yang sejalan dengan prioritas kebijakan luar negeri RI yaitu memberikan perhatian lebih kepada Benua Afrika.

Dubes Salman berkesempatan untuk mengemukakan berbagai potensi dan peluang kerja sama yang belum tergali, antara lain pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Eswatini dengan negara-negara sekitar, pembangunan infrastruktur, dan kerja sama teknis.

Terkait hal itu, Raja MSwati III menyambut baik tawaran kerja sama dari Indonesia serta menanggapi positif permintaan Indonesia untuk menyetujui perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas Indonesia sebagai langkah pembuka peningkatan hubungan bilateral kedua negara.

Selain itu, Dubes RI juga berkesempatan untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Eswatini, Thuli Dladla, untuk membahas berbagai peluang kerja sama antara kedua negara.

Menlu Eswatini berharap berbagai kerja sama tersebut dapat diwujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara.

Hubungan bilateral RI-Eswatini telah berlangsung sejak 1991, dan hingga saat ini hubungan kedua negara berjalan dengan sangat baik.

Untuk mendorong peningkatan kerja sama kedua negara, pada 2003, Pemerintah RI secara resmi telah menunjuk Kareem Ashraff sebagai Konsul Kehormatan RI untuk Kerajaan Eswatini yang berkedudukan di Mbabane, Eswatini, yang telah berperan aktif dalam meningkatkan hubungan RI-Eswatini.

Eswatini merupakan satu-satunya negara berbentuk monarki absolut di kawasan Afrika dengan jumlah penduduk sekitar 1,36 juta jiwa.

Pada 19 April 2018, Raja Mswati III mengumumkan pergantian nama negara dari Swaziland menjadi Eswatini untuk mengembalikan nama asli negara tersebut sebelum masa kolonialisme Inggris.

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar