Delegasi RI mengusulkan 10 agenda dalam pertemuan BLOM RI-PNG

Delegasi RI mengusulkan 10 agenda dalam pertemuan  BLOM RI-PNG

Pertemuan antarpejabat RI-Papua Nugini Border Liaison Officers Meeting (BLOM) di Jayapura yang berlangsung dua hari (16-17 Oktober). (ANTARA/Evarukdijati)

Sebanyak 10 agenda yang dibahas itu, di antaranya masalah administrasi perbatasan, pengawasan lintas batas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw-Wutung, kewarganegaraan, dan kerja sama ekonomi perbatasan RI-PNG.
Jayapura (ANTARA) - Delegasi Republik Indonesia (RI) dalam pertemuan Border Liaison Officers Meeting (BLOM) antara RI-Papua Nugini yang dilaksanakan di Jayapura, Papua mengusulkan 10 agenda.

Kepala Biro Urusan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Pemprov Papua Suzana Wanggai, di Jayapura, Rabu, mengatakan delegasi RI mengusulkan 10 agenda untuk dibahas dalam BLOM yang berlangsung hingga Kamis (17/10).
Baca juga: Papua Terkini - DPR dukung pemerintah batasi akses WNA ke Papua

Sebanyak 10 agenda yang dibahas itu, di antaranya masalah administrasi perbatasan, pengawasan lintas batas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw-Wutung, kewarganegaraan, dan kerja sama ekonomi perbatasan RI-PNG.

"Agenda-agenda itu diharapkan nantinya dapat dijawab delegasi PNG selama pertemuan berlangsung, termasuk realisasi pembelian beras dari Merauke," kata Suzana Wanggai seraya menambahkan, BLOM merupakan pertemuan antarpejabat perbatasan setingkat di bawah border liasion meeting (BLM) karena agenda yang tidak selesai dibahas dalam BLOM akan dibahas di BLM.
Baca juga: Lanjut, pembangunan jalan perbatasan Indonesia - Papua Nugini di Papua

Namun bila pembahasan di BLM tidak membuahkan hasil, maka diagendakan dalam Joint Border Meeting yang juga dilaksanakan setahun sekali secara bergantian, kata Susi, panggilan akrab Suzana Wanggai itu pula.

Delegasi Indonesia diikuti para pejabat dari kabupaten dan kota yang berbatasan dengan PNG, seperti Kota Jayapura, Keerom, Merauke, Pegunungan Bintang, dan Boven Digul serta instansi terkait dan pihak TNI.

Sementara itu Fungsi Pensosbud di Konsulat RI di Vanimo Henry Samosir secara terpisah mengatakan, delegasi PNG dalam pertemuan BLOM mengagendakan tujuh masalah yang dihadapi warganya di perbatasan kedua negara.
Baca juga: Batalion Infantri 126/KC patroli patok di perbatasan Indonesia-PNG

Ada tujuh agenda yang diusulkan di antaranya tentang sensus bagi warga negara PNG yang ada di wilayah Indonesia terutama di perbatasan serta maraknya peredaran sepeda motor asal Indonesia di wilayah PNG.

Agenda-agenda itu nantinya dibahas selama pertemuan antarkedua negara, kata Samosir.

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pangdam XIV Hasanuddin sambut Prajurit Pamtas RI-PNG

Komentar