Kemhan perkenalkan budaya Papua dalam kegiatan MBBI

Kemhan perkenalkan budaya Papua dalam kegiatan MBBI

Sejumlah orang tengah menari Yospan Papua dalam Malam Bahasa dan Budaya Internasional (MBBI), di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu malam (16/10/2019). Dalam MBBI, Kemhan memperkenalkan budaya Papua. (Antara Foto/Syaiful Hakim)

Pada setiap kegiatan Malam Bahasa dan Budaya Internasional, Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan selalu memperkenalkan budaya Indonesia. Malam ini, Indonesia memperkenalkan budaya Provinsi Papua
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Bahasa Badan Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat Bahasa Badiklat) memperkenalkan budaya Papua dalam Malam Bahasa dan Budaya Internasional (MBBI), di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu malam.

Acara MBBI Tahun 2019 ini mengangkat tema Living Harmony in Diversity, yang berarti Hidup Harmonis dalam Keragaman, serta mengangkat budaya Provinsi Papua sebagai budaya lokal Indonesia yang diperkenalkan.

Kesenian Papua yang ditampilkan adalah Tari Yospan, Tari Perdamaian dan Sajojo. Selain itu, ditampilkan beberapa makanan dan minuman khas Provinsi Papua.

Kementerian Pertahanan dengan Kementerian Pariwisata dan Pemda Provinsi Papua, bersinergi dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia umumnya dan pariwisata Papua khususnya.
 
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberikan sambutan pada acara Malam Bahasa dan Budaya Internasional (MBBI), di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu malam (16/10/2019). (Antara Foto/Syaiful Hakim)


"Pada setiap kegiatan Malam Bahasa dan Budaya Internasional, Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan selalu memperkenalkan budaya Indonesia. Malam ini, Indonesia memperkenalkan budaya Provinsi Papua," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Menhan berharap acara MBBI ini menjadi sarana untuk semakin memperteguh komitmen dalam rangka memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia yang menjadi salah satu kekuatan bangsa serta mempererat kerja sama yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

"Kegiatan seperti ini tentunya diharapkan mampu menciptakan persahabatan yang erat di antara peserta didik, sehingga tumbuh terjalinnya kebersamaan dan saling percaya satu sama lain melalui pendekatan bahasa dan budaya," ucap Menhan, berharap.

Dalam konteks pertahanan, MBBI adalah momentum untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara sahabat sehingga dapat membawa dampak positif dalam menumbuhkan dan meningkatkan confidence building measures (CBM).

Suatu kerja sama yang dilandasi dengan adanya saling percaya satu sama lain yang pada gilirannya akan memberikan dampak pada penanganan permasalahan pertahanan yang menjadi perhatian bersama.

Terkait dengan hal tersebut, Kemhan selalu berupaya untuk memelihara, meningkatkan dan mempererat kerja sama bidang pertahanan dengan negara-negara sahabat. Untuk melaksanakan kerja sama tersebut, dibutuhkan sarana komunikasi yakni bahasa yang dapat dimengerti oleh semua pihak. Hal ini penting dalam mempermudah komunikasi, diplomasi, dan negosiasi dengan negara-negara sahabat.

Kegiatan Malam Bahasa dan Budaya Internasional Tahun 2019 kali ini diikuti kurang lebih 180 Siswa Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan yang terdiri dari siswa lokal dan siswa dari negara-negara sahabat.

Ada pun negara sahabat yang turut berpartisipasi sebanyak 12 negara terdiri dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, Korea, Prancis, Arab Saudi, Malaysia, Singapura, Filipina, Indonesia dan Pakistan.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MUI nilai perlu pendekatan sosial budaya untuk masalah Papua

Komentar