Kualifikasi Piala Eropa 2020

Mancini terhormat samai rekor pelatih legendaris Italia, tapi...

Mancini terhormat samai rekor pelatih legendaris Italia, tapi...

Pelatih kepala tim nasional Italia Roberto Mancini memberikan arahan dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Liechtenstein di Stadion Rheinpark, Vaduz, Liechtenstein, Selasa (15/10/2019). (ANTARA/REUTERS/Arnd Wiegmnn)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih kepala tim nasional Italia Roberto Mancini merasa terhormat atas keberhasilannya menyamai rekor pelatih legendaris Vittorio Pozzo berupa sembilan kemenangan beruntun, tapi secara pribadi mengaku bukan rekor itu yang ingin ia buru melainkan catatan emas lainnya.

"Bisa menyamai rekor Pozzo yang ini tentu sebuah kehormatan, tapi kalau boleh memilih saya ingin menyamai rekornya dua kali membawa Italia juara dunia," kata Mancini dilansir Reuters, Rabu (16/10).

Mancini memang baru saja mengantarkan Italia melumat Liechtenstein 5-0 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup J melawat ke Stadion Rheinpark, Vaduz, pada Selasa (15/10) waktu setempat.

Baca juga: Spanyol lolos, Italia perkasa, Swiss hidupkan asa

Hasil itu merupakan kemenangan kesembilan beruntun Italia yang praktis menyamai torehan Pozzo bersama Gli Azzurri pada 10 windu silam.

Pozzo merupakan pelatih Italia selama 1929-1948 yang punya sederet kesuksesan termasuk menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938 serta medali emas Olimpiade 1936 di Jerman.

Mancini mungkin butuh waktu setidaknya tujuh tahun untuk bisa mewujudkan mimpinya menyamai rekor Pozzo dua kali menjuarai Piala Dunia bersama Italia, mengingat pesta bola paling meriah sejagat itu baru digelar pada 2022 dan 2026.

Namun, apa yang diperlihatkannya dalam rangkaian Kualifikasi Piala Eropa 2022 jika terus bisa dipertahankan hingga tujuh tahun ke depan bukan tak mungkin Mancini bisa meraih ambisinya.

Baca juga: Italia pastikan tempat di putaran final usai tekuk Yunani 2-0

Terlebih, Italia hanya kalah dari Belgia dalam urusan memastikan diri lolos ke putaran final Piala Eropa 2020, itu pun cuma lantaran pebedaan hari pertandingan.

Jika ditilik dari laga yang sudah dijalani, baik Italia maupun Belgia sama-sama hanya butuh tujuh pertandingan --dengan hasil sapu bersih kemenangan-- untuk mencetak tiket putaran final.

Halaman selanjutnya: Mancini ditunjuk sebagai...

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar