BIGBANG T.O.P suarakan penolakan terhadap "cyber bullying"

BIGBANG T.O.P suarakan penolakan terhadap "cyber bullying"

T.O.P BIGBANG (Antara)

Jakarta (ANTARA) - Salah satu anggota grup idola Korea Selatan, BIGBANG T.O.P telah menyuarakan dukungannya pada petisi dan kampanye penolakan terhadap perundungan dalam jaringan (cyber bullying), yang umumnya disebabkan dari komentar warganet di akun sosial media idolanya.

Dilansir Soompi pada Kamis, melalui instagram story-nya, T.O.P membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan seseorang dengan wajah yang diselimuti kegelapan dengan tulisan, "Komentar berbahaya adalah pembunuhan. Kebebasan datang dengan tanggung jawab."

T.O.P sendiri merupakan salah satu bintang K-pop yang cukup vokal dalam menyebarkan kesadaran tentang kesehatan mental kepada para penggemar melalui unggahannya di sosial media.

Aksi pria bernama asli Choi Seung-hyun ini kemudian menambah deretan nama selebritas Korea Selatan yang baru-baru ini berbicara menentang komentator yang tidak bertanggung jawab dan bersifat destruktif.

Banyak pernyataan telah dibuat setelah meninggalnya mantan anggota f(x) Sulli pada Senin (14/10) lalu. Berbagai macam penghormatan dilakukan para artis showbiz Korea Selatan ini untuk mengungkapkan kesedihan mereka atas kepergiannya.

Sementara itu, Asosiasi Manajemen Hiburan Korea (CEMA) telah menyatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan keras untuk memberantas cyber bullying, dengan mengusulkan anggota parlemen untuk membuat RUU guna melawan komentar-komentar tersebut.

"Kami mengungkapkan sikap kami di bawah ini sehubungan dengan rencana kami untuk mencegah artis budaya pop dari 'luka' ini," kata CEMA melalui pernyataan resmi.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk memberantas kekerasan cyber dan komentator jahat," pungkasnya.

Baca juga: Penyanyi K-pop kecam perundungan siber setelah kematian Sulli
Baca juga: Depresi para idola K-Pop menurut analisis ahli kesehatan
Baca juga: Dongwan kecam industri hiburan Korsel pasca-meninggalnya Sulli

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketika wanita-wanita top dunia bicara dunia kerja

Komentar