Kecamatan Kalidoni inisiasi modernisasi warung di Palembang

Kecamatan Kalidoni inisiasi modernisasi warung di Palembang

Camat Kalidoni, Arie Wijaya, memberikan sertifikat kepada pemilik warung anggota Warung Serba Ada (Warsa), Kamis (17/10/2019) (ANTARA/Aziz Munajar/19)

Sistem serta alatnya sudah kami simulasikan dan akan kami pasang di 200 warung yang ada di Kecamatan Kalidoni, nanti perlahan-lahan merambah ke warung-warung lain di Palembang
Palembang (ANTARA) - Kecamatan Kalidoni menjadi proyek percontohan atau pilot project sekaligus inisiator modernisasi warung-warung warga di Kota Palembang dengan meluncurkan program Warung Serba Ada atau Warsa.

Camat Kalidoni, Arie Wijaya, Kamis, mengatakan Warsa menyediakan lima fitur utama, yakni layanan sembako, fastfood, beragam pembayaran daring, bank sampah dan agen BNI 46.

"Sistem serta alatnya sudah kami simulasikan dan akan kami pasang di 200 warung yang ada di Kecamatan Kalidoni, nanti perlahan-lahan merambah ke warung-warung lain di Palembang," ujar Arie Wijaya saat meluncurkan Warsa.

Menurut dia, Warsa dijalankan dengan sistem terintegrasi digital melalui market place lokal yakni Box Belanja dan ritel lokal Ralali. Ralali menghubungkan pemasok barang dengan warung, sedangkan Box Belanja menghubungkan warung dengan masyarakat.

Warsa sudah melalui ujicoba selama satu tahun terakhir dengan penyempurnaan beberapa fitur, kata dia, termasuk memberikan pelatihan bersertifikasi kepada 260 orang yang akan menjadi pioner Warsa di Kota Palembang.

"Besok Warsa sudah beroperasi, tapi baru maksimal digunakan masyarakat satu bulan lagi," tambahnya.

Ia menjamin harga produk yang ada di Warsa terutama sayur-mayur, lebih murah dari harga pasar karena bahan-bahan dibeli langsung dari pemasok pertama.

"Bahkan bisa lebih murah dari harga gerobak sayur," kata Arie.

Selain itu, sistem perbelanjaan yang terintegrasi dengan bank sampah juga memungkinkan masyarakat dapat bertransaksi dengan saldo yang terakumulasi dari hasil pengumpulan sampah.

"Kami menargetkan tahun depan Warsa sudah mencakupi 2.500 warung di Kota Palembang, sehingga sektor-sektor produksi seperti urban farming juga ikut terangkat," jelasnya.

Kecamatan Kalidoni sendiri bertindak selaku satuan kerja (satker) pengelolaan Warsa tersebut. Kecamatan itu membuka puang bagi warung-warung di luar wilayah kerjanya untuk bergabung dengan Warsa, namun pemilik warung diupayakan telah mengerti penggunaan teknologi komunikasi seperti telpon pintar dan transaksi non-tunai.

Baca juga: Perusahaan rintisan siap berdayakan warung tradisional

Baca juga: Kampanye "Belanja di Warung Tetangga", Sleman beri hadiah ke pembeli

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sinergi kreatif kembangkan kopi Indonesia

Komentar