Politikus PDIP cetuskan gagasan pemekaran Kota Surabaya

Politikus PDIP cetuskan gagasan pemekaran Kota Surabaya

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya Eddy Tarmidi Widjaja saat diwawancarai awak media di Surabaya, Kamis (17/10/2019). (Abdul Hakim)

Surabaya (ANTARA) - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya Eddy Tarmidi Widjaja mencetuskan gagasan pemekaran Kota Surabaya menjadi dua wilayah yakni Surabaya Barat dan Surabaya Timur.

"Saya pikir sudah saatnya Surabaya itu dibagi dua wilayah mengingat semakin tahun semakin padat penduduk," kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Eddy Tarmidi Widjaja di Surabaya, Kamis.

Baca juga: 154 KIM tersebar di seluruh kelurahan Surabaya

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya bahwa penduduk asli Surabaya atau penduduk permanen Surabaya mencapai 3,2 juta jiwa, sedangkan data penduduk nonpermanen hingga Oktober 2019 mencapai 1.232 jiwa. Luas wilayah Kota Surabaya sekitar 350,54 km².

Kota Surabaya memiliki 31 kecamatan terdiri dari 163 kelurahan yang terdiri dari 1.360 RW (Rukun Warga) dan 8.972 RT (Rukun Tetangga). Kawasan terbangun di wilayah Kota Surabaya meliputi hampir 2/3 dari seluruh luas wilayah.

Baca juga: Tingkatkan investasi, Pemkot Surabaya sinergikan pelaku usaha logistik

"Kota Surabaya merupakan kota terbesar pertama di Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan wilayahnya yang cukup luas," katanya.

Menurut Eddy, dengan kondisi Kota Surabaya tersebut tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan banyak masalah seperti halnya kemiskinan, kemacetan, kriminalitas, dan persoalan sosial perkotaan lainnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya evaluasi RTRW 2014-2034

"Jika Surabaya dibagi menjadi dua wilayah, maka penanganan permasalahan yang dihadapi masyarakat urban bisa teratasi dengan cepat," katanya.

Saat ditanya batasan antara wilayah Surabaya Barat dan Surabaya Timur, Eddy mengatakan bisa dilihat dari titik tengah atau pusat Kota Surabaya tepatnya Jalan Raya Darmo.

Soal potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Eddy menilai wilayah Surabaya Barat dan Timur potensi PAD cukup besar. Hal itu bisa dilihat dari konsentrasi perkembangan fisik kota yang semula membujur dari kawasan utara hingga selatan kota, pada saat ini cenderung bergeser ke kawasan barat dan kawasan timur kota.

"Hal ini akibat pembangunan yang terjadi di dua wilayah tersebut," katanya

Secara umum perkembangan fisik kota tersebut didominasi oleh pembangunan kawasan perumahan real estate dan fasilitas perniagaan. Kawasan perumahan yang berupa kampung terkonsentrasi di area pusat kota, sedangkan perumahan real estate tersebar di kawasan barat dan timur.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar