Liga Inggris

Chelsea dan berkah sanksi larangan transfer

Oleh Gilang Galiartha

Frank Lampard memegang jersey Chelsea setelah resmi ditunjuk sebagai manajer baru klub London tersebut pada 4 Juli 2019. (ANTARA/REUTERS/John Sibley)

Lampard menyulap musibah jadi berkah

Lampard resmi menjabat sebagai manajer anyar Chelsea pada 4 Juli 2019 dengan durasi kontrak tiga tahun mewarisi berbagai masalah yang tengah membelit klub pengoleksi enam gelar juara Liga Inggris itu.

Ia menghabiskan 13 tahun kariernya sebagai pesepak bola profesional di Chelsea dan turut mempersembahkan tak kurang dari 11 trofi bergengsi di Stamford Bridge, termasuk tiga gelar juara Liga Premier dan satu trofi Liga Champions.

Lampard juga tercatat tiga kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Chelsea pada 2004, 2005 dan 2009. Mudahnya, Lampard punya ikatan erat dengan Chelsea, sehingga kesempatan untuk menukangi bekas klubnya sendiri muncul tentu ia tak perlu berpikir panjang meninggalkan pekerjaannya di Derby County.

Baca juga: Chelsea resmi tunjuk Lampard sebagai pelatih baru

Baca juga: Lampard akan berikan kesempatan bagi pemain-pemain "buangan" Chelsea


Selain Christian Pulisic yang sudah dibeli dari Borussia Dortmund sejak musim dingin 2019 dan Mateo Kovacic yang diaktifkan klausul pembelian permanennya dari Real Madrid, Lampard praktis tak punya kemewahan membeli pemain laiknya manajer-manajer Chelsea lainnya di era kepemilikan taipan Rusia Roman Abramovic.

Namun, Lampard punya modal besar berupa kehadiran dua pemain muda yakni bek Fikayo Tomori dan sayap Mason Mount. Keduanya boleh dibilang jadi pemain Chelsea yang paling paham filosofi kepelatihan Lampard --yang diakuinya banyak terpengaruh oleh sosok Jose Mourinho-- sebab menghabiskan musim 2018-19 sebagai pemain pinjaman di Derby.

Dua nama itu jelas mendapat kepercayaan lebih selain juga Tammy Abraham, yang musim 2018-19 dipinjamkan ke Aston Villa dan mengemas 26 gol dalam 40 penampilan untuk membantu klub itu mengamankan satu tiket promosi ke Liga Premier.

Maka dimulailah tenor kepelatihan Lampard di Chelsea yang tak ubahnya menjadi gelombang regenerasi dengan memanfaatkan para pemain jebolan akademi sebagai pondasinya.

Laga kompetitif perdana Lampard bersama Chelsea di Liga Premier berakhir dengan kekalahan telak 0-4 dalam lawatan ke Manchester United pada 11 Agustus 2019 lantas disusul kekalahan dari Liverpool di Piala Super Eropa empat hari berselang di Istanbul, Turki, lewat adu penalti.

Namun seiring musim berjalan, Chelsea berada di jalur yang lebih baik dibandingkan MU meski tentu belum sebaik Liverpool.

Halaman selanjutnya: Chelsea kini berada di...

Oleh Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar