Liga Inggris

Chelsea dan berkah sanksi larangan transfer

Oleh Gilang Galiartha

Pelatih Chelsea Frank Lampard (kanan) menjabat tangan pesepak bola Tammy Abraham usai pertandingan melawan Lille dalam laga Group H Liga Champions, di Stadion Pierre-Mauroy, Lille, Prancis, Rabu (2/10/2019). ANTARA FOTO/Reuters-Pascal Rossignol/hp.
Chelsea kini berada di urutan kelima klasemen Liga Premier dengan raihan 14 poin berkat empat kemenangan dan dua hasil imbang dari delapan pekan pertama, serta masih bersaing di Grup H Liga Champions lewat catatan satu kemenangan dan kekalahan.

Raihan itu tidak lepas dari kontribusi banyak pemain muda Chelsea terutama jebolan akademi mereka.

Abraham misalnya, saat ini berada di puncak daftar top skor Liga Premier dengan raihan delapan gol setara dengan penyerang Manchester City Sergio Aguero. Ia juga mencetak satu gol untuk Chelsea di Liga Champions.

Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Tim Sherwood, dalam sebuah acara di stasiun televisi Sky Sports memuji keberhasilan Abraham menembus tim utama dan membuktikan kemampuannya sebagai salah satu pionir gerakan pembaharuan Chelsea.

Sementara itu, Mount juga telah menyumbangkan empat gol untuk Chelsea di Liga Premier dan Tomori perlahan mulai mengukuhkan posisinya di tempat utama lini pertahanan pilihan Lampard.

Belakangan, penampilan menawan Abraham dan Tomori telah membuat manajer tim nasional Inggris Gareth Southgate memanggil keduanya untuk memperkuat The Three Lions dalam kualifikasi Piala Eropa 2020.

Baca juga: Abraham dan Mount bayar lunas kepercayaan Lampard

Baca juga: Tammy Abraham dan Fikayo Tomori dipanggil timnas Inggris


Bersamaan dengan tiga pemain tersebut, Callum Hudson-Odoi juga menegaskan komitmennya di Chelsea lewat kesepakatan kontrak anyar berdurasi lima tahun. Kesempatan juga berdatangan untuk pemain-pemain muda lain seperti Reece James, Marc Guehi, Billy Gilmour, Ian Maatsen dan Faustino Anjorin.

Para pemain muda itu bahu membahu bersama nama-nama yang lebih senior seperti N'Golo Kante, Jorginho dan kapten Cesar Azpilicueta dalam gelombang pembaharuan Chelsea.

Kesempatan untuk tampil di tim utama boleh jadi tidak akan terbuka jika Chelsea tak dikenai sanksi larangan transfer. Bukan tidak mungkin mereka bakal kehilangan talenta-talenta muda yang bersinar di klub lain sebagaimana terjadi dengan Kevin De Bruyne, Declan Rice dan Nathan Ake.

Namun demikian, kemampuan untuk mengorbitkan para pemain muda agar siap tampil di level tertinggi butuh sentuhan manajer yang paham dengan persoalan mengenai hadangan mental. Dan pekerjaan itu sejauh ini cukup sukses dilakukan oleh Lampard.

Harus diakui, Lampard sejauh ini mampu mengubah sanksi larangan transfer yang dianggap sebagai musibah menjadi berkah untuk kehadiran gelombang regenerasi di Chelsea.

Halaman selanjutnya: terlalu cepat untuk mengadili...

Oleh Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar