Warga desa dinilai berhak pendidikan formal dan non formal

Warga desa dinilai berhak pendidikan formal dan non formal

Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, berdiri sebelah kiri (Foto Pribadi)

Dana Desa bisa dipakai untuk mengembangkan pembiayaan pendidikan warga desa
Jakarta (ANTARA) - Ketua Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko mengatakan warga desa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan formal dan non formal untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

"Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menyebutkan, Indonesia butuh SDM unggul agar negara lebih maju di segala bidang. Semua kalangan bisa dilatih agar bisa maju, termasuk dari perangkat desa," kata Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sujatmiko kepada pers di Jakarta, Kamis.

Menurut Budiman, perangkat desa layak menjadi SDM unggul dan punya daya saing tinggi.

Oleh karena itu, dirinya ingin memajukan warga desa, terutama memberi pelatihan, baik dengan pendidikan formal atau informal.

Baca juga: Menteri BUMN berpesan masyarakat manfaatkan warung internet desa

Menurutnya, pendidikan di berbagai jenjang sangat penting mendukung arahan Presiden Jokowi tersebut. Yang mana semua harus siap menjadi SDM unggul hingga masa mendatang.

Budiman mengatakan, Dana Desa masih memegang peranan penting di sini karena bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pendidikan serta investasi demi kemajuan desa.

"Dana Desa bisa dipakai untuk mengembangkan pembiayaan pendidikan warga desa. Dalam jenjang pendidikan sekolah hingga perguruan tinggi dan pendidikan vokasional (ketrampilan)," tuturnya.

Baca juga: DPMPD: Penggunaan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat

Keinginan lainnya, sambung Budiman, sebagian Dana Desa harus diinvestasikan bagi pembangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADes). Dari sana sebagian profit juga bisa dipakai untuk memberi beasiswa kepada warga desa.

"Karena target SDM pokoknya adalah anak desa, remaja desa dan pemuda serta perangkat desa," imbuhnya.

Bukan itu saja, menurut Budiman, pemanfaatan teknologi untuk memperkuat SDM unggul juga penting dilakukan, termasuk dapat membantu menyiapkan SDM desa untuk menguasai teknologi digital.

Misalnya saja dengan menggunakan metode Internet of Things, Data pintar atau Blockchain. Pemanfaatan teknologi tersebut harus meliputi kesehatan atau biologi berbasis Data pintar atau Blockchain, serta metode pertanian tepat sasaran atau precision farming.

Baca juga: Kemendes pastikan fokus dana desa untuk pemberdayaan masyarakat

Dengan penguasaan teknologi seperti itu, pemerintah desa dan direksi BUMDes dan BUMADes dapat merekrut anak-anak desa. Lalu, anak-anak desa yang sukses bekerja di kota dan luar negeri ini dapat menyumbangkan ilmunya secara profesional.

"Anak desa yang sedang tinggal di luar negeri juga harusnya bisa didorong menjadi perwakilan BUMDes dan BUMADes membawa nama baik kota asalnya. Tujuannya mereka dapat menjadi penghubung dengan pasar global," tegasnya.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saatnya dana desa untuk pemberdayaan masyarakat

Komentar