Mitra pengemudi GrabCar di Makassar mengubah hidup

Mitra pengemudi GrabCar di Makassar mengubah hidup

Iskandar sebagai pengemudi transportasi daring di Makassar yang berhasil mengubah hidupnya, Jumat (19/10/2019). ANTARA Foto/HO/Iskandar

baru profesi ini yang bisa membuat keluarga saya lebih lega dari sisi ekonomi
Makassar (ANTARA) - Mitra pengemudi GrabCar di Makassar Iskandar Daeng Rani adalah salah seorang dari ribuan pengemudi yang mampu mengubah hidup setelah mengeluti profesi sebagai pengemudi jasa daring.

"Saya sudah menggeluti beberapa profesi sebelumnya, pengantar air galon isi ulang, buruh bangunan hingga pengayuh becak. Namun, baru profesi ini yang bisa membuat keluarga saya lebih lega dari sisi ekonomi," tutur Iskandar di Makassar, Jumat.

Meski hanya lulusan sekolah dasar, namun lelaki yang memiliki tanggung jawab terhadap isteri dan anak yang masih balita ini, optimistis dapat keluar dari himpitan ekonomi. Terbukti setelah menjadi pengemudi GrabCar, ia sudah mampu meraup penghasilan Rp9 juta bulan ini.

Baca juga: SMF targetkan pembiayaan Rp150 miliar KPR pengemudi Grab

Dari pendapatan Rp9 juta itu, harus dikeluarkan sepertiga untuk biaya sewa mobil, karena belum memiliki mobil pribadi.

Menurut dia, dengan penghasilan yang diperolehnya ia tidak kesulitan lagi memenuhi kebutuhan susu anaknya dan belanja dapur sang isteri. Selain itu, juga sudah bisa menabung untuk modal kelak memiliki usaha toko kelontong.

Lelaki bersahaja asal Desa Lagaruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulsel ini Selatan itu bercerita setelah menjadi mitra pengemudi GrabCar setidaknya sudah menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya di desa.

Dari sisi pendidikan, dia berharap keempat anaknya kelak dapat bersekolah tinggi dan tidak mengulang lagi nasibnya yang hanya mampu mengecap pendidikan hingga SD saja.

"Cukup sayalah yang mengalami getirnya kehidupan serba kekurangan, anak-anak saya harus lebih baik kehidupan dan pendidikannya," harapnya.

Satu hal yang tak kalah pentingnya, tandas Iskandar, kejujuran merupakan kunci utama dalam pembentukan karakter, karena itu pendidikan moral mulai dibangun di lingkungan keluarganya sebagai organisasi terkecil dalam masyarakat.

Baca juga: LPSK apresiasi pengemudi ojek daring yang selamatkan korban TPPO
Baca juga: Pengemudi ojek daring keluhkan sulit tarik dana yang menjadi haknya

 

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengemudi transportasi daring desak Revisi UU No 22/2009

Komentar