Kenduri Seni Melayu masuk kalender kegiatan pariwisata Indonesia

Kenduri Seni Melayu masuk kalender kegiatan pariwisata Indonesia

Dokumentasi - Sejumlah remaja menunjukkan permainan tradisional gasing Melayu di Jalan Engku Putri, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (02/11/2018). Ratusan pelajar sekolah dasar dan menengah mempertontonkan keahliannya dalam bermain gasing saat acara Kenduri Seni Melayu Kota Batam 2018. ANTARA FOTO/M N Kanwa/foc/pri.

Selama 20 tahun Kenduri Seni Melayu tetap terjaga
Batam (ANTARA) - Pagelaran Kenduri Seni Melayu yang digelar Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau masuk dalam top 100 kalender pariwisata Indonesia (calender of event) 2020 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.

"Kami bersyukur, Kenduri Seni Melayu masuk dalam kalender kementerian Kementerian Pariwisata," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, Jumat.

Kenduri Seni Melayu merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam selama sekitar 20 tahun terakhir. Pemkot Batam sengaja menyelenggarakan kenduri itu setiap tahunnya untuk melestarikan budaya Melayu mulai dari seni tari, sastra, dan lainnya.

"Selama 20 tahun Kenduri Seni Melayu tetap terjaga," kata Ardiwinata.

Tahun ini Kenduri Seni Melayu akan digelar di Dataran Madani dengan melibatkan seniman Singapura, Malaysia, dan daerah-daerah lain di Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kenduri Seni Melayu akan dilaksanakan pada akhir tahun seiring peringatan Hari Jadi Kota Batam.

Pada 2020 Pemkot Batam akan menggelar Kenduri Seni Melayu lebih meriah lagi, karena sudah masuk top 100 kalender pariwisata Indonesia.

"Tahun depan kami akan kebih profesional lagi. Di bidang kemasan atraksi manajemen, kami harapkan dari acara ini bisa promosikan Batam," kata Ardiwinata.

Ia mengatakan dengan masuk dalam Calender of Event pariwisata Indonesia, maka pemerintah pusat akan membantu pelaksanaannya, termasuk promosi ke seluruh dunia. Sebanyak 29 VITO (visit Indonesia tourism officer) di seluruh dunia akan ikut mempromosikan acara itu.

Ardiwinata mengatakan setiap tahunnya Kenduri Seni Melayu tidak hanya menampilkan kesenian Melayu, melainkan juga budaya lainnya. Kesenian yang dipertontonkan antara kain seni tari, seni suara, musik dan puisi.

"Tahun lalu pesertanya banyak datang dari luar, antara lain Thailand, Vietnam, Filipina, Kamboja, China dan India. Di samping peseni dari daerah lain di Indonesia," katanya.

Baca juga: Sirkuit Mandalika bakal rampung 2020, siap diuji coba untuk MotoGP

Baca juga: Empat kegiatan pariwisata Babel lolos "CoE Wonderful Indonesia"

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ASDP benahi Pelabuhan Padangbai, Karangasem

Komentar