Susi Pudjiastuti sebut perdagangan komoditi perikanan surplus

Susi Pudjiastuti sebut perdagangan komoditi perikanan surplus

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) saat menandatangani buku "Laut Masa Depan Bangsa: Transformasi Kelautan dan Perikanan 2014-2019" di Jakarta, Jumat (18/10/2019). ANTARA/Aji Cakti

Ternyata kita bisa bukukan peningkatan yang luar biasa, neraca perdagangan kita nomor satu di Asia tenggara dari yang tadinya tidak nomor tigapun
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP)  Susi Pudjiastuti menyebut surplus perdagangan internasional dari komoditi perikanan mencapai lebih dari empat miliar dolar AS.

"Ternyata kita bisa bukukan peningkatan yang luar biasa, neraca perdagangan kita nomor satu di Asia tenggara dari yang tadinya tidak nomor tiga pun di Asia Tenggara. Surplus mencapai empat miliar dolar AS lebih dari perdagangan produk komoditi perikanan," ujar Susi di Jakarta, Jumat.

Selain itu dia juga menambahkan bahwa nilai tukar nelayan, nilai tukar usaha perikanan, PDB perikanan dalam empat setengah tahun terakhir naik hampir 50 persen lebih. Sebuah prestasi yang luar biasa, apalagi bila itu dilihat hasil daripada kapasitas dan pelaku usaha perikanan tangkap dalam negeri dan tidak ada lagi kapal asing.

Secara pelan tapi pasti pajak pun terkumpulkan lebih banyak sehingga bisa membantu keuangan negara, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyumbangkan kenaikan melebihi 100 persen dibandingkan sebelumnya.

Baca juga: Perdagangan Perikanan Non Konsumsi Capai Rp 1,7 Trilyun
Baca juga: Ekspor serentak hasil perikanan tunjukkan kekuatan kelautan Indonesia

Penerimaan negara bukan pajak atau PNBP juga naik, namun yang lebih menggembirakan nilai tukar para nelayan, daya beli para nelayan mengalami kenaikan dan itu adalah salah satu ciri kesejahteraan mulai terasakan.

"Saya berharap transformasi yang telah kita buat dan lalui dengan menghalau dan menghadang segala rintangan ini jangan sampai mengalami kemunduran," kata Menteri KP.

Menurut data dalam buku "Laut Masa Depan Bangsa: Transformasi Kelautan dan Perikanan 2014-2019" yang resmi diluncurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Jumat (18/10), ekspor hasil perikanan sejak 2015 sampai dengan 2018 mengalami peningkatan 7,23 persen per tahun.

Dari 3,94 miliar dolar AS pada tahun 2015 menjadi 4,86 miliar dolar AS di tahun 2018, dengan ekspor terbesar dilihat dari nilai adalah udang dan dilihat dari volume yakni rumput laut. Sedangkan negara ekspor tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai mencapai 1,88 miliar dolar AS atau 38,61
persen

Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan guna meningkatkan capaian nilai ekspor, antara lain berpartisipasi aktif dalam pameran di pusat-pusat seafood dunia, melakukan perundingan untuk mengurangi hambatan perdagangan, hinbgga menjalin kerjasama dengan negara lain untuk mempromosikan produk perikanan Indonesia di luar negeri.

Baca juga: Produk ekspor perikanan Indonesia sudah diterima 157 negara
Baca juga: Indonesia dinilai berpeluang tingkatkan ekspor perikanan ke AS

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Edhy Prabowo sebut Kadin harus jadi mitra strategis KKP

Komentar