Jelang pelantikan, pemadaman listrik terjadi di gedung Parlemen RI

Jelang pelantikan, pemadaman listrik terjadi di gedung Parlemen RI

Suasana pemadaman listrik H-2 menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di gedung nusantara III kompleks Parlemen Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019). (ANTARA/ Abdu Faisal)

Jakarta (ANTARA) - Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Republik Indonesia mengalami pemadaman listrik selama empat kali H-2 menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.


Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (Sekjen DPR) Indra Iskandar mengatakan kalau pemadaman tersebut dilakukan untuk pengujian beban listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Tadi sedang uji beban PLN," ujar Indra saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Jumat.

Pemadaman pertama terjadi sekitar pukul 20.00 WIB yang berlangsung sesaat tak sampai semenit.

Namun, pemadaman keempat atau yang terakhir kali berlangsung paling lama yaitu sekitar empat menit antara jam 20.24 WIB sampai 20.28 WIB.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan jaringan listrik aman dan tidak ada kendala menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada Minggu, 20 Oktober 2019.

Selain itu, PLN juga menyiapkan sejumlah pengamanan di Jakarta memastikan tidak terjadi pemadaman listrik seperti beberapa waktu lalu.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Sripeni Cahyani memastikan PLN menyiapkan keamanan berlapis untuk mengawal proses pelantikan.

Hal itu dilakukan agar listrik tetap aman dan tidak ada mati listrik selama prosesi pelantikan hingga pengumuman kabinet. Tak hanya PLN, TNI-Polri juga mempertebal pengamanan obyek vital lainnya terutama beberapa titik kritis terus diperkuat seperti PLN, Pertamina, Istana dan Gedung DPR MPR RI selama tahapan pelantikan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin, 20 Oktober 2019.

"Tempat-tempat ekonomi seperti Glodok kemudian Jembatan Tiga, termasuk yang harus dipertebal adalah Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma dan objek-objek vital di antaranya adalah PLN Gandul, tempat-tempat logistik Pertamina dan yang kita anggap perlu untuk diamankan," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai apel gelar pasukan persiapan pengamanan pelantikan Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, di Jakarta, Kamis (17/10).

Pengamanan tersebut kata dia sudah dimulai sejak pagi Kamis 17 Oktober 2019, sebanyak 30.000 prajurit menempati titik-titik pengamanan yang telah direncanakan.

Baca juga: Pelantikan presiden, polisi tangkap 22 orang rencanakan kerusuhan

Baca juga: Polres siagakan ratusan personel untuk pelantikan presiden

Baca juga: Sandhy Sondoro doakan pelantikan presiden berjalan lancar


 

Jelang pelantikan, aparat siagakan personel dan rekayasa lalin

 

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar