Golkar mengajak masyarakat sambut pelantikan presiden dengan suka cita

Golkar mengajak masyarakat sambut pelantikan presiden dengan suka cita

Arsip-Wasekjen Golkar Christina Aryani. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

"Mari kita sambut bersama pelantikan Jokowi-Ma'ruf dengan suka cita," kata Christina.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Christina Aryani mengajak masyarakat untuk menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dengan suka cita.

"Mari kita sambut bersama pelantikan Jokowi-Ma'ruf dengan suka cita," kata Christina, di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Jelang pelantikan Jokowi, Polres Bogor penyekatan di perbatasan

Menurut dia, proses pemilu memiliki tahapan yang semuanya telah berlangsung dengan baik dan menjadi ruang konstitusional seluruh masyarakat. Kemudian pengambilan sumpah jabatan merupakan puncaknya, sehingga harus juga dipastikan berlangsung lancar, aman, dan damai.

Menurut Christina, ketika terdapat masyarakat yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi di tengah jalannya pelantikan sangat berpotensi disusupi kepentingan pihak lain.

"Sepengetahuan saya, aksi unjuk rasa tidak akan mendapatkan izin. Ini diskresi kepolisian yang menurut saya tepat diambil semata-mata untuk mencegah penyusupan dalam demo yang kita paham betul sangat mungkin terjadi," katanya lagi.
Baca juga: Jokowi pastikan jumlah menteri di kabinet baru tetap sama

Potensi hadirnya penyusup dalam demonstrasi untuk mengganggu khidmatnya puncak dari pesta demokrasi itu masih cukup menjadi ancaman.

"Saya mengimbau, sebagai bangsa besar marilah bersama-sama kita sambut pengambilan sumpah presiden dan wakil presiden nanti dengan khidmat," ujarnya pula.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani menjelaskan perihal pengamanan ekstra tebal di area ring 1 dan 2 Gedung DPR, MPR, dan DPD pada saat acara pelantikan presiden dan wakil presiden.

Menurut Puan, pengamanan merupakan dari tanggung jawab negara untuk memastikan jalannya acara pelantikan secara aman dan tertib, sehingga bukan hanya terkait dengan kemungkinan-kemungkinan ancaman yang mungkin saja terjadi.
Baca juga: Pukat UGM harap Jokowi-Ma'ruf komitmen berantas korupsi

Memang, kata Puan, antisipasi ancaman ini menjadi tanggung jawab utama institusi intelijen.

Menurut Puan, antisipasi pengamanan memang harus dilakukan dengan ekstra ketat. Hal itu juga akan memberikan pandangan positif terhadap dunia internasional bahwa Indonesia negara aman.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden akan lantik Dewas KPK pada Desember

Komentar