Kemenpora saran pejabat calon petinggi PSSI belajar dari Edy Rahmayadi

Kemenpora saran pejabat calon petinggi PSSI belajar dari Edy Rahmayadi

Edy Rahmayadi menyatakan mundur dari jabatannya dalam kongres tahunan PSSI di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/1/2019). ANTARA/Michael Siahaan/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyarankan agar para pejabat kementerian maupun lembaga negara yang kini menjadi calon petinggi PSSI periode 2019-2023 belajar dari Ketua Umum PSSI 2016-2019 Edy Rahmayadi.

“Ketika memutuskan untuk rangkap jabatan, harus belajar dari Pak Edy yang pada akhirnya memang harus memilih,” ujar Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat.

Dari beberapa nama calon ketua umum, wakil ketua umum dan komite eksekutif (exco) PSSI periode 2019-2023 ada sosok-sosok yang masih mengisi jabatan penting di kementerian dan lembaga negara.

Misalnya, calon ketua umum Komisaris Jenderal Polisi Mochamad Iriawan yang saat ini menduduki posisi Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Baca juga: Pemerintah sarankan PSSI ikuti FIFA terkait jadwal kongres

Selain itu, masih calon ketua umum, ada La Nyalla Mattalitti yang juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024.

Berikutnya, calon wakil ketua umum ada Mayor Jenderal TNI Cucu Sumantri yang juga Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Geografi Lemhannas.

Sementara itu, calon exco, ada Kepala Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan Olahraga Nasional (PPITKON) Kemenpora Edi Nurinda Susila dan anggota DPR RI 2019-2024 Andre Rosiade.

Menurut Gatot, bukanlah hal yang melanggar aturan ketika pejabat kementerian atau lembaga negara menjadi pimpinan federasi olahraga.

Namun, para pejabat itu tidak diperbolehkan mengisi kepengurusan komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten/kota sesuai dengan pasal 40 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Perihal Edy Rahmayadi, dirinya masih menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ketika menjabat Ketua Umum PSSI.

Edy menanggalkan jabatan militernya tersebut pada tahun 2018 saat dia mencalonkan diri menjadi Gubernur Sumatera Utara.

Baca juga: Calon ketua umum PSSI debat pada 31 Oktober

Ketika terpilih sebagai gubernur, Edy juga masih merangkap sebagai Ketua Umum PSSI sampai akhirnya dia mundur dari jabatannya di PSSI pada bulan Januari 2019.

“Pak Edy tidak melanggar aturan. Akan tetapi, ujungnya dia kerepotan sendiri. Meski demikian, saya tetap mengucapkan selamat berkompetisi bagi para calon petinggi PSSI,” tutur Gatot.

Kongres pemilihan 15 pengisi kursi Komite Eksekutif PSSI periode 2019-2023, yakni seorang ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota komite eksekutif (exco) PSSI akan digelar pada tanggal 2 November 2019.

Ada sebanyak 11 nama yang bersaing sebagai calon ketua umum PSSI 2019-2023, 15 nama calon wakil ketua umum dan 71 nama calon anggota exco PSSI.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Resmi jadi Ketum PSSI Iwan Bule klaim komit berantas mafia bola

Komentar