BSR Indonesia bidik perusahan di Kalbar untuk didampingi lakukan IPO

BSR Indonesia bidik perusahan di Kalbar untuk didampingi lakukan IPO

Kegiatan Investival Syariah di Pontianak. ANTARA/Dedi/am.

Kami siap bantu emiten untuk persiapan IPO
Pontianak (ANTARA) - PT BSR Indonesia membidik sejumlah perusahaan di Kalbar untuk didampingi melakukan persiapan initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana di pasar modal.

"Kami saat ini masih sosialisasi dan membidik emiten yang potensial untuk IPO. Kami siap bantu emiten untuk persiapan IPO tersebut," ujar Businnes Developmet and Marketing Manager BSR Indonesia, Tri Mellyanti di Pontianak, Sabtu.

Ia menyebutkan Kalbar memiliki potensi dan sudah ada beberapa yang sebenarnya layak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca juga: OJK sebut inklusi pasar modal di Indonesia baru mencapai 4,4 persen

"Kami melihat sudah ada yang mau dan potensial untuk IPO seperti perusahaan properti," kata dia.

Dikatakan dia saat ini untuk IPO sudah semakin dimudahkan karena BEI ada papan akselerasi di mana di bawah Rp50 miliar sudah bisa masuk atau mencari pendanaan di bursa.

"Yang jelas dengan perusahaan masuk bursa maka pendanaan lebih murah dan cukup. Terpenting lagi ada pemerataan pembangunan di Indonesia karena memberikan kesempatan kepada masyarakat memiliki saham," jelasnya.

Baca juga: Investival Syariah hadirkan edukasi dan sekolah pasar modal

Ia mengakui bahwa literasi tentang IPO menjadi satu di antara tantangan yang ada di lapangan.

"Pemahaman tentang IPO masih rendah. Oleh karena itu penting bagi semua pihak terutama Otoritas Jasa Keuangan untuk gencar melakukan sosialisasi tentang IPO," kata dia.

Kepala Kantor BEI Perwakilan Kalbar, Taufan Febiola menilai terdapat puluhan perusahaan di Kalbar yang potensial masuk ke pasar modal Indonesia. Apalagi saat ini pihaknya memiliki papan akselerasi yaitu memfasilitasi perusahaan-perusahaan kecil untuk go public.

"Fasilitas yang ada itu sangat memungkinkan untuk perusahaan di sini melantai di bursa. Sehingga semua perusahaan bisa mencari pendanaan alternatifnya," kata dia.

Taufan menyebutkan saat ini untuk IPO sangat mudah sekali. Bahkan biaya pencatatan di akselerasi hanya Rp25 juta. Kemudian izin semakin mudah karena oleh OJK karena pendaftaran sudah daring.

"Untuk tantangan perusahaan di daerah ini hanya pada perlunya edukasi dan untuk itu kita akan terus memberikan sosialisasi dan edukasi akan hal itu. Kita optimis akan banyak perusahaan di Kalbar go public," katanya.

Baca juga: BEI Kalbar: Jelang pelantikan Presidan pasar modal bergairah

Pewarta: Dedi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

2 perusahaan dan 58 orang jadi tersangka karhutla

Komentar