Pelaku pasar nantikan tim ekonomi yang profesional dan bersih

Pelaku pasar nantikan tim ekonomi yang profesional dan bersih

Dua karyawan berbincang di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (11/10/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI ditutup naik 82,159 poin atau 1,36 persen menjadi 6.105,8 pada akhir pekan ini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Selain profesional, tim ekonomi itu juga harus memiliki integritas dan rekam jejak yang bersih
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai para pelaku pasar saat ini menantikan tim ekonomi yang akan menduduki kursi menteri di kabinet baru Joko Widodo.

"Pelaku pasar sekarang posisinya masih wait and see, apakah Jokowi memilih orang yang tepat?," katanya di Jakarta, Sabtu.

Ia mengungkapkan pasar mengharapkan tim ekonomi yang menduduki posisi menteri berasal dari kalangan profesional baik itu dari birokrat karir, akademisi atau kalangan dunia usaha.

Selain profesional, tim ekonomi itu juga harus memiliki integritas dan rekam jejak yang bersih.

Apabila diisi oleh kalangan profesional, maka optimistis pasar modal akan bergerak naik dan mendorong aliran dana investasi akan mengalir ke Indonesia.

Ekonom muda itu mencatat selama satu bulan terakhir saat masa transisi tim ekonomi, dana asing yang keluar dari Indonesia mencapai Rp4,6 triliun.

Sedangkan, sejak seminggu terakhir, dana asing keluar Indonesia mencapai Rp1,6 triliun.
Baca juga: Kadin harap tim ekonomi baru lanjutkan komunikasi dengan dunia usaha
Baca juga: Tim menteri ekonomi akan menjadi prioritas bagi masyarakat


Peningkatan dana asing keluar dari pasar modal Indonesia karena pelaku usaha masih mencermati dan menunggu susunan tim ekonomi.

Bhima juga mengharapkan menteri ekonomi di pos tertentu seperti Kementerian Perdagangan dan Perindustrian dijabat oleh kalangan dunia usaha.

Apabila menteri berasal dari dunia usaha, diharapkan mereka memiliki pengalaman di bidangnya serta ada kemudahan dalam melakukan sosialisasi kebijakan kepada pelaku usaha.

"Kalau dari kalangan politik, kemungkinan hanya fokus sampai tahun 2022, setelah itu fokus untuk (agenda politik) 2024," katanya.
Baca juga: Lima tahun Jokowi-JK, pencapaian dan tantangan tim ekonomi ke depan
 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden akan lantik Dewas KPK pada Desember

Komentar