Songket dan tenun Indonesia dipromosikan di Ukraina

Songket dan tenun Indonesia dipromosikan di Ukraina

Songket dan tenun Indonesia dipromosikan di Ukraina (Istimewa)

Sepanjang 25 tahun terakhir, baru kali ini bisa kita selenggarakan sebuah pagelaran fesyen dari perancang Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Songket dan tenun Indonesia dipromosikan di Ukraina dalam pagelaran peragaan busana ragam Nusantara oleh perancang asal Tanah Air, Anna Maria.

Duta Besar RI untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, mengatakan, pihaknya menggandeng Rumah Kreasi Indonesia Hebat dan mendapat dukungan konglomerat Ukraina Oleksandr Feldman untuk menggelar peragaan busana Nusantara dari songket dan tenun.

"Sepanjang 25 tahun terakhir, baru kali ini bisa kita selenggarakan sebuah pagelaran fesyen dari perancang Indonesia, terlebih yang memperlihatkan betapa kayanya ragam tenun dan songket Nusantara," kata Yuddy.

Acara peragaan busana digelar di Feldman Family Museum di daerah Kharkiv Ukraina pada 16 Oktober 2019 pukul 18.00 waktu setempat.

Baca juga: UKM diajak ke Festival Indonesia di Ukraina pada Oktober 2019

Acara yang dihadiri wartawan dan tokoh bisnis ternama dari Ukraina ini sejak dibuka sudah mencuri perhatian undangan, terutama karena penampilan tari Bali Trunajaya yang dibawakan oleh Victoria, gadis Ukraina yang pernah kuliah di ISI Denpasar.

Kemudian terdengar biola yang dimainkan Tengku Rio melantunkan lagu "Indonesia Pusaka".

Di tengah lagu mengalun, satu persatu peragawati dari Ukraina muncul memeragakan gaun malam berhijab dengan motif tenun dan songket Nusantara di bawah brand butik Anna Mariana House of Marsya.

Pentas berlanjut dengan memunculkan gaun panjang pas badan dalam balutan warna elektrik, seperti hijau, merah dan pink fuchsia yang serta merta menyedot perhatian sejumlah undangan yang dikondisikan menonton dalam posisi berdiri. Para model tiba-tiba menyeruak ke bagian tengah ruangan museum Feldman yang dijadikan catwalk.

Sebanyak 60 look busana karya desainer Anna Maria dibawakan oleh 18 peragawati dan 5 peragawan dan memperlihatkan otentiknya tenun dan songket nusantara sebagai karya khas milik Indonesia.

Baca juga: Stupa Borobudur di Ukraina akan diresmikan pada 17 Agustus

"Tambahan aksen lace mengkilat pada bagian tangan di beberapa gaun, saya harapkan bisa menjadikan karya ini disukai karena tampak modern sekaligus ekstravaganza," tutur Anna.

Ia mengaku sengaja menggarap karya kali ini dalam beragam motif tenun dan songket Nusantara, mulai Aceh, Palembang, Betawi Bali, Makasar, dan lain-lain.

Khusus untuk pakaian pria yang diproduksi dengan label RMD by House of Marsya mempersembahkan baju pria slim fit yang sportif dan elegan.

"Baju pria ini bisa dikenakan untuk acara formal maupun kasual. Penggunaan aksen tenun songket pada beberapa bagian, mengesankan pemakainya tetap modern," kata Raden Mas Dicka dari RMD Collection.

Di ujung acara muncul dua Muse menutup kemeriahan fashion show. Muse pertama Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani, dengan lace super mewah dan aksen Baron Jepara dengan motif Parang di lengan.

Muse kedua tampil Julia Feldman (Miss Ukraina sekaligus isteri dari Oleksandr Feldman, pemilik museum tempat digelarnya acara tersebut). Ia muncul dengan outer dari songket Medan dibaur lace mengkilat pada bagian tangan.

Konglomerat Oleksandr Feldman yang menyediakan tempat untuk acara, mengapresiasi event ini.

"Koleksi Anna Mariana bisa langsung masuk ke Barabashova Market,” kata Feldman.

Barabashova market adalah sebuah mal terbesar di Ukraina milik Oleksandr Feldman dan menjadi mall terbesar ke-14 di dunia. Oleksandr Feldman pada hari yang sama dinobatkan Yuddy Chrisnandy sebagai Konsul Kehormatan RI di Kharkiv.

Baca juga: Yuddy Chrisnandi bakal bumikan Indonesia di Ukraina
 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sandiaga janjikan pembiayaan dan promosi bagi penenun songket

Komentar