Harapan pelajar untuk pemerintahan Jokowi- Ma'ruf Amin

Harapan pelajar untuk pemerintahan Jokowi- Ma'ruf Amin

Siswa SMA melakukan aksi mengecat fasilitas publik yang rusak pascademo di daerah Gelora Bung Karno, Jumat (4/10/2019). ANTARA/Livia Kristianti/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pelajar  terdiri dari siswa Sekolah Menengah Atas menyampaikan harapan mereka mengenai pentingnya pendidikan bagi generasi muda untuk pemerintah periode 2019- 2024 yang akan dipimpin oleh Joko Widodo- Ma'ruf Amin.

"Pelajar sekarang itu generasi terdidik, maka saya berharap agar pemerataan pendidikan tidak cuma terjadi di Pulau Jawa tapi seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke," kata Pramatatya yang merupakan anggota forum OSIS Nusantara saat ditemui ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Menurut Prama pendidikan yang merata harus diwujudkan agar generasi Z di Indonesia tidak mengalami ketimpangan pendidikan meski terpisah antar pulau.

Senada dengan Prama, Ketua Forum OSIS DKI Jakarta Alvin sepakat bahwa pendidikan merupakan hal yang harus dijadikan fokus pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi dan Ma'ruf Amin.

"Pendidikan harus banget jadi fokus pemerintah sih. Nanti kita akan menghadapi bonus demografi, akan sangat disayangkan kalau ternyata hanya Pulau Jawa saja yang berkembang tapi tidak di daerah- daerah lain. Jadi harus rata sih," kata Alvin.

Salah satu cara pemerataan pendidikan yang perlu dikembangkan adalah dengan mematangkan kurikulum pendidikan.

Alvin mencontohkan selama bersekolah ia merasakan tiga kali perubahan kurikulum yang disiapkan secara terburu- buru alhasil pendidikan di setiap daerah di Indonesia kurang merata.

"Kita bisa tiru seperti di luar negeri. Kalau mau ganti kurikulum ya persiapannya harus matang. Misal dia mau ganti kurikulum di tahun 2019. Buku- buku untuk menuju kurikulum 2019 itu sudah beredar sejak 2017. Jadi pelajar juga bisa memahami sistemnya perlahan- lahan menuju kurikulum baru," kata Alvin.

Pelajar lainnya yang sepakat untuk menjadikan pendidikan sebagai fokus pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin adalah Caca.

Baca juga: PPDB jalur inklusi dan prestasi SMA Jakarta minim pendaftar

Baca juga: Pelantikan presiden, Gerindra sebut hari kegembiraan bagi rakyat

Baca juga: BPPT: Jadikan inovasi jadi penggerak ekonomi


Ketua organisasi 'South Jakarta Student' itu mengatakan selain pendidikan formal pemerintah harus mengedepankan pendidikan 'soft skill'.

"Pendidikan formal 12 tahun saya rasa sekarang sudah tidak bisa jadi pakem lagi. Pelajar sekarang harus diajarkan hal- hal berorganisasi, karakter kepemimpinan jadi bisa berpikir kritis dan bisa diandalkan untuk masa depan bangsa," kata Caca.

Seperti diketahui, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan menjalani pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019- 2024 di Gedung DPR/MPR RI pada esok hari, Minggu (20/10) pukul 14.00 WIB.

Saat proses kampanye Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menjanjikan akan berfokus pada anak muda lewat program- programnya.

Contohnya seperti Kartu Pra Kerja yang disediakan bagi pelajar SMA/ SMK yang baru lulus dan belum mendapatkan pekerjaan, nantinya anak- anak muda itu akan dilatih dari sisi softskill untuk mempersiapkan diri di dunia kerja.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Walikota Balikpapan ajak pelajar tidak bermain gawai

Komentar