Rektor : Menristekdikti yang baru harus proaktif

Rektor : Menristekdikti yang baru harus proaktif

Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof Edy Suandi Hamid pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis Ke-37 UWM (ANTARA/HO-Humas UWM)

Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Widya Mataram Prof Edy Suandi Hamid mengatakan menteri yang mengurusi pendidikan tinggi atau Menristekdikti ke depan harus proaktif.

"Saya kira, pendidikan tinggi harus dikelola secara responsif, proaktif terhadap perubahan global termasuk revolusi industri 4.0," ujar Edy di Jakarta, Minggu.

Hal itu dapat tercapai jika kebijakan yang dihasilkan bisa menyesuaikan dengan situasi yang ada saat ini atau tidak kaku. Artinya nomenklatur pendidikan tinggi, proses perizinan, pembelajaran jarak jauh, dan lain sebagainya harus fleksibel.

Baca juga: Joko Widodo dan Ma'ruf resmi dilantik sebagai Presiden dan Wapres RI

Menurut dia, pola pikir Presiden Joko Widodo untuk pengembangan pendidikan tinggi amat bagus, sayangnya menteri yang menjabat saat ini cukup kaku.

"Sekarang begitu ditegur, baru kemudian agak longgar. Kalau dulu masih kaku sekali akibatnya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh membutuhkan waktu lama," tambah dia.

Kemudian, Menristekdikti ke depan harus lebih adil dan harus sesuai dengan tata kelola perguruan tinggi yang baik. Jangan sampai, hanya menguntungkan golongan tertentu yang berafiliasi pada menteri tersebut.

"Menristekdikti ke depan, hendaknya proaktif, tidak grasak-grusuk, dan fokus pada pekerjaannya," kata Mantan Ketua Forum Rektor itu.

Baca juga: Pelantikan presiden, warganet puji baju Iriana Jokowi

Edy juga menjelaskan Menristekdikti ke depan juga tidak membuat program yang aneh-aneh, seperti memantau media sosial mahasiswa ataupun dosen. Hal itu dikarenakan itu merupakan pekerjaan badan intelijen dan bukan Kemenristekdikti.

"Menristekdikti hendaknya mengedukasi mahasiswa ataupun dosen agar tidak radikal maupun menyebar kebencian di media sosial," terang dia.

Selain itu, Edy juga meminta agar menteri yang menangani urusan pendidikan tinggi harus konsisten dan paham akan pendidikan tinggi. Ia optimistis Presiden Joko Widodo bisa memilih orang yang tepat.

Baca juga: Ketua MPR: Pemilu serentak bukti demokrasi Indonesia maju
Baca juga: Sosok KH Ma'ruf Amin di mata Gubernur DKI Jakarta
Baca juga: Ketua MPR berpantun apresiasi Prabowo dan Sandi berlapang dada

Pewarta: Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar