Rangkuman - Pelantikan Presiden Jokowi berlangsung lancar dan khidmat

Oleh M Arief Iskandar

Rangkuman - Pelantikan Presiden Jokowi berlangsung lancar dan khidmat

Presiden Joko Widodo mengucapkan sumpah saat dilantik menjadi presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). ANTARA FOTO/Akbar Gumay

Jakarta (ANTARA) - Pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin untuk masa bhakti 2019-2024 di Gedung DPR/MPR, Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu sore, berlangsung dengan khidmat.

Pelantikan yang dilaksanakan melalui Sidang Paripurna MPR dengan agenda tunggal tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Acara yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut, selesai sekitar pukul 16.55 WIB.

Presiden Joko Widodo sendiri dalam kesempatan tersebut mengenakan busana jas warna biru, kemeja putih dengan dasi merah, dan songkok hitam. Sementara Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin yang menggantikan JK mengenakan jas dan celana panjang warna hitam, kemeja putih, dasi merah dan songkok hitam.

Sedangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang akan digantikan KH Ma'ruf Amin mengenakan jas warna abu-abu, dasi pastel, tak lupa songkok hitam.

Keduanya mendampingi Presiden Jokowi memasuki tempat acara.

Juga baca: Indef: Pertumbuhan ekonomi merata syarat keluar jebakan kelas menengah

Juga baca: Jokowi - Ma'ruf diminta dalami perjanjian internasional demi sinergi

Juga baca: Ketua MPR: Presiden merupakan pemimpin semua rakyat Indonesia

Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam kesempatan itu mengenakan busana kebaya warna putih dengan batik motif Tambal Pamiluto senada dengan istri KH Ma'ruf Amin, Wury Estu Handayani. Sedangkan istri Jusuf Kalla, Mufidah Kalla, mengenakan kebaya warna pastel.

Motif Tambal Pamiluto menurut Diana Santosa dari Yayasan Batik Indonesia, berasal dari Mangkunegaraan, Surakarta. Motif ini menyatukan berbagi motif dalam satu motif ragam hias.

"Jadi seakan beliau ingin menunjukan keberagaman yang dihadirkan dan dijadikan satu melalui motif ini, dan sangat cantik ketika dilihat," katanya.

Ketua MPR saat membacakan daftar hadir anggota MPR mengatakan, 699 dari 711 anggota MPR hadir dalam upacara kenegaraan itu. 

Dalam pelantikan itu, seluruh pimpinan MPR hadir. Sembilan pimpinan MPR yaitu Ketua MPR Bambang Soesatyo, para wakil ketua MPR, yaitu Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Jazilul Fawaid, Syarief Hasan, Zulkifli Hasan, Hidayat Nur Wahid, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad mengenakan jas hitam, kemeja putih, dasi merah.

Sedangkan satu-satunya perempuan di jajaran pimpinan MPR, Lestari Moerdijat, mengenakan kebaya warna biru dengan selendang putih.

Tampak pula para mantan presiden datang bersama mantan wakil presidennya. Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, memasuki gedung didampingi putrinya yang juga Ketua DPR, Puan Maharani dan mantan wakil Presiden Hamzah Haz.

Sementara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memasuki tempat acara, didampingi mantan Wakil Presiden Boediono.

Pelantikan juga dihadiri oleh pasangan calon Presiden 02 saat berkompetisi di Pilpres, Prabowo Subianto, dan juga calon Wakil Presiden Sandiaga Uno.

Sejumlah pemimpin negara sahabat juga turut menyaksikan secara langsung pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin, diantaranya Sultan Brunei Darussallam Sultan Hasanah Bolkiah, Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohammad, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Lima prioritas
Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam pidato perdana di depan sidang Paripurna MPR dengan agenda tunggal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2019-2024 tersebut menyebut lima prioritas yang akan dikerjakan dalam 5 tahun ke depan.

"Dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan dengan ekosistem ekonomi yang kondusif. Oleh karena itu, 5 tahun ke depan yang ingin kita kerjakan," kata Jokowi.

Pertama, pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama kita, membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi. Mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama, pengembangan cara-cara baru, endowment fund untuk manajemen SDM serta optimalisasi kerja sama dengan industri.

Juga baca: Jokowi-Ma'ruf bertemu JK bersama pimpinan MPR usai pelantikan Presiden

"Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri," kata Jokowi.

Kedua, pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang
mendongkrak lapangan kerja baru dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Ketiga, penyederhanaan regulasi. "Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM," jelasnya.

Masing-masing UU tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja
langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi.

Keempat, penyederhanaan birokrasi. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus dipangkas.

"Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan
fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," katanya.

Jokowi juga minta kepada para menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. "Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot," katanya.

Sedangkan yang kelima adalah transformasi ekonomi yang akan dikerjakan adalah transformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam.

"Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Jokowi.

Penghormatan
Sementara itu, dalam pelantikan kali ini, Jusuf Kalla yang digantikan KH Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden, mendapatkan penghormatan dari MPR.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan langsung penghormatan kepada JK atas pengabdiannya kepada negara, saat mendampingi Presiden Jokowi.

Bambang Soesatyo dalam pembukaan sidang paripurna pelantikan Presiden dan Wakil Presiden untuk masa jabatan 2019-2024 tersebut menyakini keberhasilan Presiden Joko Widodo juga tidak terlepas dari dukungan dan kerja keras Wapres M Jusuf Kalla.

"Atas nama pimpinan dan anggota Majelsi kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada bapak Jusuf Kalla atas pengabdian bapak kepada masyarakat bangsa dan negara," kata Bambang yang kemudian disambut dengan penghormatan anggota DPR dengan berdiri dan bertepuk tangan.

"Kami memiliki keyakinan semangat bapak Jusuf Kalla untuk pengabdian akan terus menyala selama hayat masih dikandung badan, dan akan dijadikan contoh bukan hanya oleh wakil preiden berikutnya, tetapi juga generasi-generasi muda di masa yang akan datang," lanjut Bambang.

Ketua MPR dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan selamat atas dilantiknya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Keduanya bukan lagi pemimpin golongan tertentu, tapi seluruh rakyat Indonesia.

"Atas nama pimpinan dan anggota MPR serta seluruh rakyat Indonesia kami menyampaikan selamat kepada saudara Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang telah memperoleh kepercayaan rakyat Indonesia sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan amanah rakyat, bangsa, dan negara," katanya.

Sebelum acara pelantikan ditutup langsung oleh Ketua MPR, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar menjadi orang yang dipercaya untuk membacakan doa.

Oleh M Arief Iskandar
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden akan lantik Dewas KPK pada Desember

Komentar