PMI NTB bentuk relawan Sibat di desa terdampak bencana gempa bumi

PMI NTB bentuk relawan Sibat di desa terdampak bencana gempa bumi

Pembentukan dan pelatihan relawan SIBAT tingkat desa oleh PMI NTB. ANTARA/HO-PMI NTB

relawan Sibat ini dipilih dari daerahnya masing-masing sehingga mengenal wilayah
Lombok, NTB (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Nusa Tenggara Barat melakukan pembentukan kelompok relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) di beberapa desa terdampak bencana gempa bumi beberapa waktu lalu.

"Relawan SIBAT tersebut dibentuk di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar," kata pendamping pengurangan risiko bencana (PRB) Pusat untuk NTB Abdul Majid melalui sambungan telepon, Senin.

Menurutnya, setiap desa dipilih 24 orang untuk menjadi relawan Sibat. Relawan ini berasal dari tokoh masyarakat, pemuda dan lain sebagainya yang dalam melakukan aksinya didampingi enam orang Korps Sukarelawan (KSR) PMI setempat.

Adapun kegiatan yang dilakukan setelah pembentukan relawan Sibat ini adalah pelaksanaan Vulnerability Capacity Assesment (VCA) terkait metode baseline survey, pemetaan dan Participatori Rural Apracial (PRA) yang bertujuan untuk menganalisa kapasitas dan kerentanan yang ada di desa masing-masing selama lima hari untuk setiap desa.

Baca juga: Sibat PMI membangun ketangguhan berbasis ekosistem dan investasi
Baca juga: PMI luncurkan Buku Panduan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat


Pelatihan Sibat dilakukan setelah menganalisa hasil VCA yang sudah dilaksanakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan sektoral PMI.

"Harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah adanya rencana untuk mengurangi risiko bencana dengan melibatkan masyarakat," tambahnya.

Majid mengatakan relawan Sibat ini akan menjadi garda terdepan di daerahnya masing-masing untuk membantu pemerintah, PMI dan unsur lainnya dalam pengurangan risiko bencana.

Apalagi seperti diketahui beberapa waktu lalu hampir seluruh wilayah di NTB diguncang gempa dengan kekuatan besar yang mengakibatkan kerusakan di mana-mana dan banyak jatuh korban jiwa.

Ia menilai keberadaan relawan Sibat ini dirasa penting, sehingga saat terjadi bencana bisa memberikan pertolongan pertama untuk meminimalkan dampak, baik itu kerugian harta maupun nyawa.

"Sebab relawan Sibat ini dipilih dari daerahnya masing-masing sehingga mengenal wilayah," katanya.

Baca juga: Relawan Siaga Bencana PMI latih kewirausahaan warga desa
Baca juga: PMI latih 6.720 sukarelawan siaga bencana

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

JK: Idealnya dua persen dari penduduk jadi pendonor darah

Komentar