Masyarakat diimbau BNPB lakukan persiapan hadapi peralihan musim

Masyarakat diimbau BNPB lakukan persiapan hadapi peralihan musim

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat (Kapusdatimnas) BNPB Agus Wibowo. (FOTO ANTARA/ (Muhammad Zulfikar)

Lakukan upaya pencegahan seperti memangkas daun dan ranting, terutama pohon-pohon besar dan tidak membuang sampah sembarangan
Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengimbau masyarakat mulai melakukan persiapan menghadapi peralihan musim kemarau ke musim penghujan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana hidrometeorologi saat musim penghujan.

"Lakukan upaya pencegahan seperti memangkas daun dan ranting, terutama pohon-pohon besar dan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan saluran air dan sungai, membawa payung atau jas hujan selama berkegiatan di luar ruang, dan memperbarui informasi prakiraan cuaca dari sumber berwenang," katanya melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Untuk jangka panjang, pencegahan bencana hidrometeorologi di musim penghujan bisa dilakukan dengan menanam pohon yang dapat mencegah longsor sekaligus mengikat air tanah sebagai cadangan saat kemarau panjang tiba.

Beberapa jenis pohon yang dapat ditanam antara lain beringin, karet, matoa, jabon putih, sukun, mahoni, dan sebagainya.

"Musim penghujan bisa memicu bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir dengan ditambah beberapa faktor seperti lingkungan yang tidak terawat dengan baik, alih fungsi hutan pegunungan, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim penghujan 2019 akan dimulai pada akhir Oktober hingga pertengahan November. Masa peralihan musim kemarau menuju musim penghujan yang disebut masa pancaroba ditandai dengan beberapa gejala alam.

Gejala alam pada masa pancaroba antara lain perubahan suhu dan cuaca secara drastis, munculnya mendung tebal disertai petir, gelombang pasang air laut, angin kencang, hingga angin puting beliung.

Musim penghujan pada 2019 cenderung terlambat karena pengaruh fenomena el nino yang panjang, sekaligus berdampak pada bencana kekeringan panjang di beberapa wilayah Indonesia. (TZ.D018)

Baca juga: BNPB: Angin kencang tanda pancaroba

Baca juga: Nelayan diminta waspadai cuaca ekstrem saat musim pancaroba

Baca juga: Petani diimbau tidak terkecoh hujan yang mulai turun, ini alasannya

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkot Tangerang ajak waspadai DBD, ISPA, dan diare

Komentar