Anggota DPR apresiasi RUU Cipta Lapangan Kerja

Anggota DPR apresiasi RUU Cipta Lapangan Kerja

Ilustrasi SDM pekerja konstruksi. ANTARA/HO Dokumentasi Kementerian PUPR

Mau tidak mau semua negara berlomba-lomba mengubah aturan untuk menarik investasi
Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Dede Yusuf mengapresiasi Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Lapangan Kerja, yang disebutkan Presiden Joko Widodo, untuk menarik semakin banyak investasi masuk ke dalam negeri.

"Saya memahami bahwa di tengah era kompetisi dan krisis ekonomi yang melanda di seluruh dunia, memang mau tidak mau semua negara berlomba-lomba mengubah aturan untuk menarik investasi," kata Dede Yusuf dalam rilis di Jakarta, Senin.

Dede memaparkan bahwa tujuan dari adanya sebuah investasi adalah menciptakan lapangan kerja.

Namun, lanjutnya, juga harus dilihat pula ke depannya apakah UU tersebut akan bersinggungan dengan UU lainnya yang terkait dengan sektor perindustrian dan bidang pendidikan.

Ia mengingatkan pula bahwa sumber daya manusia unggul adalah kunci utama dari kompetensi dan produktivitas, sehingga memang harus ada gebrakan dari pemerintah terkait hal ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan mengajak DPR menerbitkan dua undang-undang yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

"Masing-masing UU tersebut akan menjadi omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi sekaligus," kata Presiden Jokowi saat pidato pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024 di Gedung MPR RI, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Baca juga: Pemerintah akan ajak DPR RI terbitkan dua undang-undang besar

Menurut Kepala Negara, rencana penerbitan dua undang-undang tersebut merupakan upaya untuk mengatasi kendala regulasi dalam mencapai tujuan menciptakan SDM yang unggul.

Presiden menekankan pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama pemerintah, dengan membangun SDM yang pekerja keras dan dinamis.

Pemerintah ingin membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mengundang talenta-talenta global bekerja sama dengan pemerintah. Itupun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan.

"Kita perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri," kata Presiden.

Selain itu, lanjut Jokowi, pembangunan infrastruktur akan pemerintah lanjutkan, terutama infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, dan yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Jokowi menilai, potensi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah sangat besar. Saat ini, Indonesia sedang berada di puncak bonus demografi, dengan penduduk usia produktif jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif.

"Ini adalah tantangan besar dan sekaligus juga sebuah kesempatan besar. Ini menjadi masalah besar jika kita tidak mampu menyediakan lapangan kerja. Tapi, akan menjadi kesempatan besar jika kita mampu membangun SDM yang unggul. Dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan dengan ekosistem ekonomi yang kondusif," ujar Presiden.

Baca juga: Legislator sebut pengangguran dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konvensi HIPIIS linier dengan program pemerintah

Komentar