Emas berjangka turun tipis tertekan penguatan greenback

Emas berjangka turun tipis tertekan penguatan greenback

Ilustrasi - Emas murni 99,99 persen. ANTARA/Shutterstock/Allstars/aa.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun enam dolar AS atau 0,4 persen
Chicago (ANTARA) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena logam mulia tertekan oleh greenback yang lebih kuat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun enam dolar AS atau 0,4 persen, menjadi ditutup pada 1.488,1 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,05 persen menjadi 97,35 pada pukul 17.30 GMT sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.

Baca juga: Harga emas melambung tertinggi sepekan, ditopang pelemahan dolar AS

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 2,4 sen atau 0,14 persen menjadi ditutup pada 17,602 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 3,7 dolar AS atau 0,41 persen, menjadi 892,2 dolar AS per ounce.

Emas berjangka juga ditutup melemah pada akhir perdagangan pekan lalu, karena logam mulia tertekan oleh penjualan teknis (technical selling) investor menyusul kenaikan dalam dua sesi sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan Jumat (18/10/2019) kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 4,2 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.494,1 dolar AS per ounce. Penurunan emas berjangka tersebut dibatasi oleh greenback yang lebih lemah.

Baca juga: Penjualan teknis dorong emas berjangka ditutup lebih rendah
Baca juga: Harga emas berjangka naik didorong pelemahan dolar AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar