Tol Balikpapan-Samarinda tulang punggung Ibu Kota baru

Tol Balikpapan-Samarinda tulang punggung Ibu Kota baru

Ruas Tol Balikpapan-Samarinda yang akan rampung dalam jangka waktu dekat ini. ANTARA/HO Kementerian PUPR/am.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap menyelesaikan pembangunan jalan tol termasuk ruas Tol Balikpapan-Samarinda yang dinilai bakal menjadi tulang punggung bagi konektivitas dan pengembangan daerah Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Rilis Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwa salah satu ruas jalan tol yang akan rampung dalam waktu dekat adalah Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer dengan progres saat ini sudah 97,4 persen.

Jalan tol yang memiliki nilai investasi sebesar Rp9,9 triliun ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung rencana pengembangan IKN, serta disambut baik oleh masyarakat yang terus mendukung pembangunannya.

Diharapkan setelah terbangunnya jalan tol ini, akan menciptakan kawasan perekonomian baru di Pulau Kalimantan dengan mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri yang bergerak di sektor kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian.

Baca juga: Jasamarga kebut pembangunan Tol Samarinda- Balikpapan

Kehadiran jalan tol pertama di Pulau Kalimantan tersebut akan mendukung konektivitas untuk pembangunan Ibu Kota Negara yakni melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, yang menjadi salah satu Kabupaten selain Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai kawasan calon IKN di Kaltim yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo.

Direncanakan dengan adanya jalan tol dapat memangkas biaya logistik barang dan jasa dan waktu tempuh antar Balikpapan-Samarinda dari semula sekitar 3 jam, menjadi hanya 1 jam.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda juga menjadi akses penghubung Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan.

Akses menuju bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi V ruas Balikpapan-Sepinggan yang hanya berjarak 8 km dari bandara tersebut.

Jalan tol Balsam dibangun sejak November 2016 terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan-Samboja (22,03 Km), Seksi II ruas Samboja-Muara Jawa (30,98 Km), Seksi III Muara Jawa-Palaran (17,50 Km), Seksi IV Palaran-Samarinda (17,95 Km), dan Seksi V ruas Balikpapan-Sepinggan (11,09 Km).

Baca juga: Ibu kota bakal pindah, jalan tol di Kaltim ini beroperasi akhir 2019
Baca juga: Jasa Marga dukung pemindahan Ibu Kota Negara


Dari lima seksi, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.

Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp1,5 triliun dan APBN sebesar Rp271 miliar, di mana Rp79,88 miliar di antaranya dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Sedangkan untuk Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman dari Pemerintah China sebesar Rp848,55 miliar atau sekitar 8,5 persen dari total investasi. Untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

Seperti diketahui, hingga akhir tahun 2019, panjang jalan beroperasi ditargetkan kurang lebih 1.500 km atau melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sepanjang 1.000 km.

Baca juga: Kementerian PUPR targetkan tol Balsam rampung akhir 2019
Baca juga: Menteri PUPR sebut jalan jadi prioritas pembangunan ibu kota baru

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri PUPR anggarkan Rp 2.000 triliun untuk infrastruktur

Komentar