International Corner

Peningkatan mutu SDM kunci hadapi persaingan di ASEAN

Peningkatan mutu SDM kunci hadapi persaingan di ASEAN

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Jose Tavares (kanan) dalam wawancara khusus saat mengunjungi ruang redaksi ANTARA di Jakarta, Senin (21/10/2019). (ANTARA/Yashinta)

Jakarta (ANTARA) - Peningkatan mutu dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di kawasan ASEAN maupun dunia internasional, kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Jose Tavares.

"Salah satu cara untuk memperkuat daya saing kita dengan meningkatkan mutu dan pengembanan kapasitas sumber daya manusia. Kemampuan sumber daya manusia kita harus terus ditingkatkan," ujar Jose Tavares dalam wawancara khusus di ruang redaksi ANTARA di Jakarta.

Peningkatan mutu dan pengembangan kapasitas SDM dalam menghadapi persaingan di kawasan ASEAN, menurut Jose, sejalan dengan fokus dan prioritas pemerintahan Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Dalam pidato kenegaraan, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah mengutamakan membangun sumber daya manusia yang terampil dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi.

Baca juga: Presiden: persaingan bebas sudah di depan mata

"Kita harus tetap meningkatkan kemampuan dan kapasitas anak-anak muda kita melalui Pusat Layanan Unggulan (Center of Excellence), Pusat Pendidikan Vokasi serta lainnya," ujar dia.

Generasi muda yang lebih menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi akan mampu bersaing di tengah persaingan ketat, baik di ASEAN maupun di dunia internasional.

"Apalagi saat ini kita berada di era Revolusi Industri 4.0 dimana anak-anak muda dituntut lebih mahir dalam menggunakan teknologi baru. Jadi intinya adalah meningkatkan mutu dan standar pendidikan anak-anak muda untuk bisa bersaing, tidak hanya di level ASEAN, tetapi di dunia internasional," ucap Jose.

Berdasarkan data Nielsen yang dirilis pada Juni 2019, ASEAN memiliki populasi penduduk berusia muda atau dibawa 35 tahun sebesar 60 persen. Negara dengan populasi muda tertinggi diraih oleh Filipina dengan jumlah 67 persen, diikuti Malaysia 63 persen, Myanmar 62 persen, dan Indonesia 61 persen.

Sementara itu, Singapura menempati posisi sebagai negara dengan populasi muda terendah, sebesar 42 persen.

Baca juga: Perguruan tinggi di Kalimantan harus berbenah hadapi persaingan

Baca juga: BKPM: Persaingan Tarik Investasi di ASEAN Makin Ketat

Baca juga: Industri Farmasi Indonesia Terancam dalam Persaingan di ASEAN

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jalan panjang repatriasi pengungsi Rohingya

Komentar