Siswa SMPN 2 Baturraden ubah barang bekas jadi wayang cumplung

Siswa SMPN 2 Baturraden ubah barang bekas jadi wayang cumplung

Pergelaran wayang cumplung berbahan baku tempurung kelapa dan limbah plastik di halaman SMPN 2 Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (22/10/2019) siang. (ANTARA/Sumarwoto)

Banyumas (ANTARA) - Sebanyak 731 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membuat karya seni berupa wayang dengan memanfaatkan barang bekas seperti tempurung kelapa, limbah plastik, dan kain perca.

Karya seni yang disebut wayang cumplung itu selanjutnya dipertunjukkan melalui pergelaran Wayang Cumplung Awak Limbah Plastik di halaman SMPN 2 Baturraden, Selasa siang.

Saat ditemui di sela kegiatan, Kepala SMPN 2 Baturraden Tri Agus Haryatno mengatakan pembuatan wayang cumplung dengan memanfaatkan limbah plastik yang selama ini menjadi permasalahan.

"Kita menanamkan kepada siswa untuk bisa memanfaatkan limbah plastik ini menjadi bahan kreatif, yaitu membuat wayang cumplung sehingga dampaknya ke depan kita akan bisa mengurangi limbah plastik yang sekarang tersebar di muka bumi ini," katanya.
Dalam hal ini, kata dia, bahan yang digunakan untuk membuat wayang cumplung berupa tempurung kelapa, botol plastik bekas kemasan air mineral, dan kain perca.

Menurut dia, setiap siswa membuat satu karya sehingga secara keseluruhan ada 731 buah wayang cumplung.

"Dengan demikian paling tidak bisa mengurangi 731 botol plastik di muka bumi ini," katanya.

Sementara itu, Guru Seni Budaya SMPN 2 Baturraden Djony Teguh Suprijana mengatakan siswa dibebaskan berkreasi untuk membuat karya seni yang terbuat dari cumplung atau tempurung kelapa dan limbah plasik.

"Cumplung itu adalah kelapa yang dilubangi oleh bajing (tupai), hingga akhirnya jatuh. Jadi, yang dimanfaatkan adalah batok atau tempurung kelapanya, sedangkan untuk badan wayang menggunakan limbah plastik," kata dia yang juga Wakil Kepala SMPN 2 Baturraden Bidang Nonakademik. ***3***
 

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar