Peneliti: Pertumbuhan utang rumah tangga terkait dengan aset pensiun

Peneliti: Pertumbuhan utang rumah tangga terkait dengan aset pensiun

Data rentang usia pensiun dari sejumlah negara. (en.wikipedia.org)

Ketika kekayaan seseorang bertambah, baik itu di kepemilikan properti, portofolio investasi maupun tabungan pensiun
Jakarta (ANTARA) - Peneliti dari konsultan global bidang SDM Mercer, David Knox, menyatakan bahwa ada korelasi yang kuat di mana pertumbuhan utang rumah tangga di negara maju dan berkembang berbanding lurus dengan pertumbuhan aset dana pensiun.

David Knox dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pertumbuhan aset dana pensiun berarti orang merasa lebih percaya diri secara finansial dapat memperoleh penghasilan di masa depan sehingga dapat meminjam uang sebelum pensiun untuk meningkatkan standar hidup saat ini dan masa depan.

"Ketika kekayaan seseorang bertambah, baik itu di kepemilikan properti, portofolio investasi maupun tabungan pensiun, begitu juga kecenderungan mereka untuk berutang. Secara global, setiap tambahan 1 dolar di aset pensiun, utang rumah tangga bertambah 50 sen," kata Knox.

Mercer telah melakukan riset yang menghasilkan Melbourne Mercer Global Pension Index (MMGPI) 2019.

MMGPI didukung oleh Pemerintah Negara Bagian Victoria Australia, merupakan proyek penelitian kerja sama antara Monash Centre for Financial Studies (MCFS), yaitu pusat penelitian di Monash Business School Monash University Melbourne, bersama-sama dengan Mercer.

Laporan ini adalah studi internasional pertama yang mempelajari efek kekayaan, yaitu kecenderungan meningkatnya pengeluaran seiring dengan peningkatan kekayaan, dalam kaitannya dengan dana pensiun.

Sebagaimana diwartakan, berdasarkan MMGPI 2019, skor indeks sistem pensiun Indonesia mengalami sedikit penurunan dari 53,1 pada tahun 2018 menjadi 52,2 pada tahun 2019.

Penurunan tersebut, menurut Presiden Direktur Mercer Indonesia Bill Johnston, terutama karena meningkatnya usia harapan hidup, yang mempengaruhi keberlanjutan sistem pensiun.

Ia mengungkapkan, Indonesia berada di grade C yang berarti sistem pensiun Indonesia memiliki beberapa fitur yang bagus, tapi juga memiliki beberapa risiko atau kekurangan yang harus diatasi.

Selain itu, ujar dia, Indonesia berada di grade yang sama dengan beberapa negara maju seperti Spanyol, Austria, dan Italia.

Presdir Mercer Indonesia itu memaparkan, sejumlah PR itu termasuk memberikan tunjangan minimum untuk penduduk lanjut usia ekonomi rendah, menaikkan iuran program pensiun, memperbaiki peraturan sistem pensiun swasta, dan memperbaiki komunikasi kepada anggota program pensiun.

Kemudian, hal lainnya yang tidak kalah pentingnya dalam rangka membenahi sistem pensiun adalah menaikkan batas usia pensiun sesuai dengan peningkatan usia harapan hidup.

Baca juga: Konsultan: Ada PR pembenahan sistem pensiun Indonesia
Baca juga: Taspen serahkan manfaat THT dan Pensiun untuk Wapres

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar