Hari Santri di Kudus diwarnai dengan kirab 22 bendera merah putih

Hari Santri di Kudus diwarnai dengan kirab 22 bendera merah putih

Sejumlah santri dari Madrasah Qudsiyyah Kudus, Jawa Tengah, membawa bendera merah putih saat kirab dalam rangka Hari Santri, Selasa (22/10). (Foto : Dok.)

Kudus (ANTARA) - Peringatan Hari Santri Nasioanal di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa, diwarnai dengan kirab ratusan santri dari Madrasah Ibtidaiyah Qudsiyyah Kudus dengan membawa 22 bendera merah putih.

Kirab santri dengan membawa 22 bendera merah putih yang menandai tanggal peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung pada 22 Oktober 2019, dimulai dari halaman MI Qudsiyyah Kudus menuju makam Sido Luhur Krapyak yang merupakan tempat makam para leluhur pendiri MI Qudsiyyah untuk menggelar doa bersama.

Para leluhur yang didoakan, yakni Kiai Ma'ruf Asnawi, Yaya Arif, dan Ma'ruf Isrya.

Ketua Panitia Peringatan Hari Santri Madrasah Qudsiyyah Kudus Muhammad Asror di Kudus, Selasa, mengatakan makna 22 bendera merah putih yang diusung para siswa karena Hari Santri Nasional bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2019.

Sebelum dilaksanakan kirab bendera merah putih, para siswa terlebih dahulu mengikuti kenduri santri yang diikuti 950 siswa.

Baca juga: Pawai 1.000 mobil di Kudus demi Hari Santri

Kegiatan lainnya, yakni khataman Al Quran di Makam Kiai Haji Raden Asnawi yang merupakan pendiri NU dan Madrasah Qudsiyyah di Kabupaten Kudus di kompleks Makam Sunan Kudus yang diikuti 22 siswa dari kelas VI.

Puluhan santri dari Madrasah Qudsiyyah Kudus yang hadir mendoakan Kiai Asnawi sebagai salah satu upaya mengenalkan kepada mereka tokoh ulama zaman dahulu.

Ziarah ke makam tokoh NU dan khataman Al Quran, katanya, dalam rangka mengenalkan para santri kepada salah satu pendiri NU di Kabupaten Kudus untuk mengenang jasa mereka.

Baca juga: Ganjar persilakan Gus Yasin beri sambutan pada Hari Santri Nasional

"Kami juga mencoba menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada generasi penerus bangsa tersebut," ujarnya.

Ia berharap melalui peringatan hari santri dapat meneladani para kiai.

"Sebagai santri bisa menyadari perjuangan para kiai untuk mempertahankan kemerdekaan hingga pendidikan di Indonesia," ujarnya.

Ia juga berharap santri di Kudus semakin termotivasi untuk belajar rajin untuk mengikuti jejak pendahulunya, Kiai Asnawi yang mengembangkan dunia pendidikan atau turut serta membangun kemajuan bangsa.  

Baca juga: PBNU: Revolusi Industri 4.0, santri jangan kehilangan jati diri

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Santri gaungkan gerakan bebas sampah pada puncak HSN

Komentar