Anggota DPR harapkan Mentan baru wujudkan swasembada pangan

Anggota DPR harapkan Mentan baru wujudkan swasembada pangan

Anggota DPR RI Andi Akmal Pasluddin. (Dokumentasi Humas PKS)

Saya berharap, swasembada pangan ini mampu diraih kembali. Ini mimpi kita semua bangsa Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengutarakan harapannya agar sosok Menteri Pertanian yang baru dapat benar-benar mewujudkan swasembada pangan terutama terhadap komoditas beras yang menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat luas di Tanah Air.

"Saya berharap, swasembada pangan ini mampu diraih kembali. Ini mimpi kita semua bangsa Indonesia. Dan harapan kepada pemerintahan sekarang sangat besar," kata Andi Akmal Pasluddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, selama lima tahun terakhir ini, setiap tahun selalu ada impor pangan dalam jumlah besar dan tidak hanya komoditas beras, tetapi juga berbagai komoditas lainnya termasuk kedelai, bawang, buah-buahan, gula dan garam.

Baca juga: Pemerintahan baru, Presiden Jokowi perlu teknokrat untuk calon mentan

Ia berpendapat, permasalahan ketidakberimbangan lahan produksi pangan dengan jumlah penduduk Indonesia sebenarnya terkait dengan adanya persoalan konversi lahan pertanian menjadi nonpertanian.

"Sedangkan lahan kritis dan lahan tidur belum mampu diaktivasi untuk berubah menjadi lahan pertanian untuk keperluan produksi pangan," ucapnya.

Akmal mengemukakan, saat ini rata-rata kepemilikan lahan petani bila merujuk data Bappenas tahun 2014, rerata kepemilikan lahan petani secara nasional hanya 0,86 hektare.

Jumlah luasan tersebut, masih menurut dia, belum mampu memenuhi skala ekonomi untuk dapat bertahan hidup.

"Perluasan lahan adalah cara instan seperti untuk skala nasional, produksi pangan hingga mencapai titik aman memerlukan perluasan lahan pertanian hingga 200 ribu hektar per tahun," katanya.

Politis PKS itu menekankan bahwa dalam rangka untuk mencapai status sebagai negara eksportir pangan, maka perluasan lahan yang diperlukan adalah hingga seluas 300 ribu hektar per tahun.

Namun demikian, lanjut Akmal, upaya perluasan lahan ini adalah cara yang terlalu berisiko terhadap dampak kerusakan lingkungan, misalnya pembukaan hutan untuk sawah, atau buka lahan gambut yang tidak cocok untuk tanaman pangan.

Untuk itu, ujar dia, dominasi program diversifikasi konsumsi pangan dan intensifikasi produksi pertanian sangat diperlukan untuk menuju cita-cita swasembada pangan selain ekstensifikasi.

Baca juga: Batan kembangkan varietas padi unggul-tanaman sela untuk swasembada
 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Percepatan tanam padi di lahan gambut

Komentar