Lelang SUN serap Rp27,2 triliun

Lelang SUN serap Rp27,2 triliun

Surat Utang Negara (SUN) (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Lelang tersebut telah mendekati target maksimal yang ditetapkan Rp30 triliun.
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana Rp27,2 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dengan total penawaran masuk Rp73,86 triliun.

Keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa menyatakan lelang tersebut telah mendekati target maksimal yang ditetapkan Rp30 triliun.

Untuk seri SPN03200123, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,182 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 23 Januari 2020 ini mencapai Rp11,91 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,15 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,5 persen.

Untuk seri SPN12200703, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,265 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 3 Juli 2020 ini mencapai Rp12,31 triliun.

Baca juga: Pemerintah serap Rp23,25 triliun dari lelang SUN

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,25 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,6 persen.

Untuk seri FR0081, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp7,15 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,64126 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2025 ini mencapai Rp17,7 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,5 persen ini mencapai 6,62 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7 persen.

Untuk seri FR0082, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp8,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,22284 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 September 2030 ini mencapai Rp19,26 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 7,2 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,33 persen.

Untuk seri FR0080, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,95 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,5279 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 ini mencapai Rp4,84 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,49 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,62 persen.

Untuk seri FR0079, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,9 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,77488 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 April 2039 ini mencapai Rp4,44 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,375 persen ini mencapai 7,75 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,85 persen.

Untuk seri FR0076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,97985 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp3,38 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 7,96 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,15 persen.

Sebelumnya, dalam lelang tujuh seri SUN pada Selasa (8/10), pemerintah menyerap dana sebesar Rp23,8 triliun dari penawaran masuk mencapai Rp48,01 triliun.

Baca juga: Lelang SUN serap Rp23,8 triliun
Baca juga: Lelang SUN serap Rp15 triliun

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar