Pontianak berharap pelajar lestarikan permainan meriam karbit

Pontianak berharap pelajar lestarikan permainan meriam karbit

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Syarif Saleh berharap para pelajar di kota itu, untuk ikut melestarikan permainan meriam karbit yang merupakan salah satu tradisi masyarakat Melayu Pontianak. (ANTARA/Irpan)

Pontianak (ANTARA) - Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Syarif Saleh berharap para pelajar di kota itu ikut melestarikan permainan meriam karbit yang merupakan salah satu tradisi masyarakat Melayu Pontianak.

"Para pelajar harus tahu meriam karbit adalah salah satu saksi sejarah berdirinya Kota Pontianak, maka dari itu harus selalu diingat dan di lestarikan," kata Syarif Saleh saat membuka Festival Meriam Karbit tingkat SMA di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan, Festival Meriam Karbit tersebut dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pontianak yang ke-248 yang sudah dilaksanakan sejak tiga tahun terakhir.

Baca juga: 259 meriam siap meriahkan Festival Meriam Karbit di Pontianak

Ia juga berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan dari tahun ke tahun, pelajar yang ikut semakin ramai dan tempat dilaksanakannya tidak hanya di satu tempat.

"Saya juga berharap para pelajar yang ikut semakin ramai dan tempatnya pun semakin banyak lagi agar acara seperti ini akan lebih meriah seperti saat perayaan Idul Fitri," katanya.

Festival Meriam Karbit tersebut diikuti oleh sebanyak tujuh SMA yang ada di Pontianak. "Untuk peserta yang telah masuk ada tujuh tim, dari tingkat SMA dan SMK yang ada di Pontianak," katanya.

Dalam rangka Hari Jadi Kota Pontianak ke-248, Provinsi Kalbar, berbagai agenda yang akan dan telah digelar dalam memeriahkan kota yang berdiri sejak tahun 1771, kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Uray Dwi Koryadi.

"Mulai dari festival, pameran, lomba, pentas seni dan budaya, upacara hingga ziarah. Untuk festival yang sudah digelar diantaranya Festival Saprahan, Festival Kuliner, Festival Kopi, Festival Meriam Karbit, Parade Tanjidor, khataman Al Quran Massal di Masjid Mujahidin dan lain sebagainya," katanya.

Untuk hari H bertepatan tanggal 23 Oktober 2019, selain upacara peringatan Hari Jadi Kota Pontianak di depan Kantor Wali Kota Pontianak, akan ada pemecahan Rekor MURI Senam Jepin Pontianak dan Berbusana Telok Belanga dan Baju Kurung terbanyak, juga ada Festival Kuliner dan Parade Tanjidor, ujarnya.

Pameran Pontianak Expo 2019 juga akan digelar mulai tanggal 23-27 Oktober, mulai tanggal 25 Oktober di Masjid Raya Mujahidin dan juga akan digelar Isbath Nikah, katanya.

Baca juga: Sutarmijdi tantang para gubernur sulut meriam karbit di STQ Nasional

Pewarta: Andilala dan Irpan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Paralon, bahan pengganti permainan meriam karbit

Komentar