Dirjen PPI persiapkan Mendag baru untuk perundingan RCEP

Dirjen PPI persiapkan Mendag baru untuk perundingan RCEP

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo pada konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). (Antara/Mentari Dwi Gayati)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengungkapkan bahwa Menteri Perdagangan baru yang akan dilantik harus segera bersiap untuk pertemuan tingkat menteri Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Ministrial Meeting.

Iman menjelaskan hal pertama yang akan ia laporkan pada Menteri Perdagangan di bawah kabinet periode kedua Presiden Joko Widodo, adalah jadwal pertemuan tingkat menteri, terutama menyangkut perundingan internasional.

"Tentunya hal yang akan saya laporkan kepada menteri perdagangan di kabinet periode kedua ini adalah 'schedule' pertemuan menteri-menteri RCEP. Saya harus mempersiapkan beliau dalam beberapa hari," kata Iman pada konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Dubes Jepang untuk ASEAN dorong penyelesaian RCEP

Iman menjelaskan sejumlah kegiatan yang menanti Menteri Perdagangan yang baru yakni Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Ministrial Meeting pada 4 November di Bangkok.

Perundingan RCEP merupakan pertemuan pertama atau yang paling dekat untuk dihadiri oleh Menteri Perdagangan. Perjanjiang dagang yang akan melibatkan 16 negara ini akan membantu Indonesia dalam upayanya meningkatkan kinerja ekspor.

Kejra sama ini telah memakan waktu hingga lebih dari tujuh tahun karena sejumlah hambatan, salah satunya perbedaan kepentingan, karakter negara anggota yang juga bersinggungan dengan pakta kerja sama lain.

Baca juga: Mendag: Konklusi perundingan RCEP harus tercapai November 2019

Selain perundingan RCEP, kegiatan Menteri Perdagangan yang telah dijadwalkan yakni KTT ke-35 ASEAN di Bangkok pada 31 Oktober hingga 4 November.

Selain dua agenda tersebut, terdapat APEC Ministrial Meeting pada 13-14 November dan APEC Economic Leaders' Meeting pada 16-17 Nevember 2019 di Santiago. Berikutnya akan ada pertemuan menteri di Shanghai dan ASEAN-Korea Commemorative Summit di Busan, Korea Selatan di akhir November.

"Jadi mungkin Menteri Perdagangan kita dari Bangkok, berakhir di Shanghai, lalu akhir November ada ASEAN-Korea Summit di Busan. Yang pertama harus 'fix schedule' terlebih dahulu," kata Iman.

Sejauh berita ini diturunkan, Presiden Joko Widodo belum mengumumkan nama yang menjabat Menteri Perdagangan. Namun pada Selasa (22/10) petang, Kader PKB yang juga pengusaha Agus Suparmanto setelah dipanggil ke Istana oleh Presiden Jokowi mengaku ditugaskan untuk menangani sektor perdagangan.

Agus Suparmanto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) masuk ke kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, mengenakan kemeja putih. Setelah keluar, dia menyempatkan untuk memberikan keterangan kepada wartawan.

"Arahan Presiden, nanti ditugaskan di bidang ekonomi. Mungkin besok saja, pengumumannya. Jadi, discuss berkaitan dengan komoditas dalam negeri, perdagangan luar negeri, dan internasional," kata Agus.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perluas ekspor, Mendag janji selesaikan 12 perjanjian internasional

Komentar