Film Semesta digunakan untuk kampanye kesadaran perubahan iklim

Film Semesta digunakan untuk kampanye kesadaran perubahan iklim

Dirjen PPI KLHK Ruandha Agung Sugadirman (tengah) dan aktor Nicholas Saputra (kanan) dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/10). ANTARA/Prisca Triferna

kami sudah masuk untuk bulan November di festival lingkungan hidup di Barcelona
Jakarta (ANTARA) - Film dokumenter "Semesta" yang mengangkat usaha menjaga lingkungan dari berbagai perspektif seperti agama dan budaya, akan digunakan sebagai bagian kampanye meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim.

"Film Semesta menggambarkan kearifan lokal, nilai-nilai sosial dan budaya serta religi dari berbagai wilayah di Indonesia. Yang memberi contoh bagaimana seharusnya perilaku kita dalam mengelola hidup agar harmonis dengan alam," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ruandha Agung Sugadirman dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

KLHK telah bekerja sama dengan PT Talamedia untuk menayangkan film "Semesta" dalam rangka kampanye meningkatkan kesadaran terhadap dampak perubahan iklim.

Baca juga: Dua film raih penghargaan di Hong Kong
Baca juga: Film "Bumiku" akan diputar di konferensi perubahan iklim PBB

Film dokumenter itu mengambil latar di tujuh provinsi di Indonesia yaitu Aceh, Bali, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Papua dan Yogyakarta, yang menunjukkan usaha perorangan dan kelompok untuk menjaga lingkungan dan hutan.

Orang-orang yang didokumentasikan berasal dari latar belakang yang berbeda baik budaya maupun religiusitasnya, tapi memiliki kesamaan dalam usaha menjaga alam.

Menurut aktor Nicholas Saputra, yang merupakan Komisaris PT Talamedia dan salah satu tokoh di balik dokumenter itu, tim produksi sudah melakukan riset untuk mencari tokoh-tokoh yang pas untuk dokumenter tersebut.

Baca juga: Joe Taslim tertarik film bertema lingkungan
Baca juga: Menteri LHK kampanyekan lingkungan hidup lewat film
​​​​​​

Dia mengambil contoh bagaimana dokumenter itu menyoroti usaha pemimpin agama di Aceh dan Flores, NTT melakukan usaha untuk hidup berdampingan dengan alam dan membangun sumber energi ramah lingkungan.

Dokumenter itu rencananya akan didaftarkan di beberapa festival film internasional sebelum tayang untuk disaksikan oleh masyarakat.

"Kami akan mendaftarkan ke festival-festival internasional. Kebetulan kami sudah masuk untuk bulan November di festival lingkungan hidup di Barcelona. Lalu ada beberapa yang masih menunggu jawaban," ujar aktor itu, yang juga menghadiri konferensi pers tersebut.

Film "Semesta" akan diputar di jaringan bioskop pada awal tahun depan dan dipromosikan selama dua bulan, tegas Nicholas.

Baca juga: Aktivis berharap "Sexy Killers" gugah semangat penyelamatan lingkungan
Baca juga: Film Impian 1000 pulau pesankan gotong royong menjaga lingkungan

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KLHK Raih Penghargaan GAKKUM di Kelautan se-Asia

Komentar