Dolar AS menguat dipicu penurunan sterling Inggris

Dolar AS menguat dipicu penurunan sterling Inggris

Ilustrasi - Uang kertas AS. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/pri.

New York (ANTARA) - Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan pada Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah penurunan poundsterling Inggris menyusul kekhawatiran baru tentang Brexit.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Selasa (22/10) dikalahkan dalam pemungutan suara tentang jadwal waktu untuk Brexit-nya.

Hanya beberapa menit sebelum pemungutan suara tentang jadwal waktu, Rancangan Undang Undang Brexit pemerintah didukung oleh suara 329 terhadap 299 dalam pemungutan suara kedua di parlemen, membersihkan rintangan pertamanya. Namun, jadwal waktunya ditolak.

Pada Selasa pagi, perdana menteri mengatakan dalam debat parlemen bahwa ia akan menarik RUU Brexit dan mendorong pemilihan jika itu ditolak oleh anggota parlemen.

Dia telah bersumpah untuk membawa negaranya keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober dengan atau tanpa kesepakatan.

Pound dan euro kehilangan beberapa kekuatannya di tengah ketidakpastian tentang Brexit, para ahli mencatat.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,20 persen menjadi 97,5249 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1123 dolar AS dari 1,1146 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2882 dolar AS dari 1,2966 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,6853 dolar AS dari 0,6864 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,46 yen Jepang, lebih rendah dari 108,59 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9890 franc Swiss dari 0,9855 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3097 dolar Kanada dari 1,3084 dolar Kanada.

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar