Wall Street tergelincir setelah penolakan jadwal Brexit

Wall Street tergelincir setelah penolakan jadwal Brexit

Tanda Wall Street di New York City dengan bendera Amerika dan Bursa Efek New York di latar belakang.TARA ANTARA/Shutterstock/pri (shutterstock)

Brexit dengan sendirinya bukan masalah besar bagi investor ekuitas
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), melepaskan keuntungan awal setelah anggota parlemen Inggris menolak jadwal yang diusulkan pemerintah untuk mengeluarkan undang-undang yang meratifikasi kesepakatannya untuk keluar dari Uni Eropa.

Kekalahan di parlemen membuat Inggris tidak mungkin menyelesaikan kepergiannya dari Uni Eropa sesuai dengan target 31 Oktober yang dijanjikan oleh Perdana Menteri Boris Johnson. Johnson mengatakan itu tergantung pada UE untuk memutuskan apakah mereka ingin menunda Brexit dan untuk berapa lama.

Meskipun komplikasi Brexit memiliki dampak terbatas pada pasar AS, mereka berkontribusi terhadap ketidakpastian investor tentang kondisi keuangan dan ekonomi global, kata para ahli strategi.

Baca juga: Wall Street naik didukung laporan laba positif dan berita geopolitik

"Brexit dengan sendirinya bukan masalah besar bagi investor ekuitas," kata Oliver Pursche, kepala strategi pasar di Bruderman Asset Management di New York. “Ekonomi global secara efektif menderita dari 1.000 masalah-masalah kecil. Tak satu pun dari mereka yang mematikan, tetapi dalam persetujuan, tentu mereka menyakitkan."

Pada Selasa pagi, indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average telah naik moderat karena perkiraan optimis dari Procter & Gamble Co dan United Technologies Corp mengimbangi hasil lebih rendah dari perkiraan dari McDonald's Corp dan Travelers Cos Inc.

Saham Procter & Gamble naik 2,6 persen dan United Technologies naik 2,2 persen, sedangkan saham McDonald turun 5,0 persen dan saham Travelers jatuh 8,3 persen.

Dengan kerugian Selasa (22/10/2019), S&P 500 turun di bawah 3000, tetapi masih dalam satu persen dari rekor penutupan tertingginya pada Juli.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 39,54 poin atau 0,15 persen, menjadi berjadi berakhir di 26.788,10 poin. Indeks S&P 500 berkurang 10,73 poin atau 0,36 persen, menjadi ditutup di 2.995,99 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 58,69 poin atau 0,72 persen, menjadi berakhir di 8.104,30 poin.
​​​​​​​
Saham Facebook Inc turun 3,9 persen, sangat membebani Nasdaq, karena perusahaan jejaring sosial menghadapi penyelidikan yang berkembang ke tuduhan bahwa ia menempatkan data konsumen dalam risiko dan mendorong kenaikan tingkat iklan.

Saham Hasbro Inc anjlok 16,8 persen karena keuntungan pembuat mainan itu, yang telah dicubit oleh tarif AS pada impor China, berada jauh di bawah perkiraan Wall Street.

Baca juga: Wall Street ditutup lebih tinggi di tengah optimisme perdagangan
Baca juga: Wall Street ditutup turun di tengah berita perusahaan yang beragam

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar