Woobiz usung konsep social commerce dorong perempuan berwirausaha

Woobiz usung konsep social commerce dorong perempuan berwirausaha

Tampilan web apps Woobiz (HO/Woobiz)

Menurut riset... 90 persen penghasilan perempuan digunakan untuk kebutuhan keluarga, sementara laki-laki hanya menggunakan 40 persen penghasilannya
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan rintisan atau yang dikenal dengan startup Woobiz mengusung konsep sosial dengan memanfaatkan industri e-commerce untuk mendorong perempuan beriwirausaha.

"Dalam Woobiz jaringan distribusi penjualan lebih berfokus pada perempuan dan ibu rumah tangga agar memiliki pendapatan tambahan," ujar Co-Founder Woobiz, Putri Noor Shaqina, kepada ANTARA di Jakarta, belum lama ini.

Menurut riset, Putri mengatakan, 90 persen penghasilan perempuan digunakan untuk kebutuhan keluarga, sementara laki-laki hanya menggunakan 40 persen penghasilannya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Berdasarkan data tersebut, Woobiz memilki misi untuk terus berinovasi dalam mendukung perempuan dalam berbisnis untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Woobiz membidik komunitas dan juga bekerjasama dengan kecamatan untuk masuk ke RPTRA. Hingga saat ini, tim Woobiz telah melatih 250 perempuan agar lebih memanfaatkan teknologi digital untuk berjualan.

"Tim kami turun ke RPTRA bekerjasama dengan PKK kita kumpulkan 20 sampai 30 orang untuk mengajarkan bahwa menjadi pengusaha itu tidak sulit," kata Putri.

Baca juga: Sepetak ruang keceriaan di tengah himpitan pemukiman Jakarta

Woobiz memberikan akses ke berbagai macam produk yang bisa dipesan dalam bentuk set langsung dari brand untuk kemudian dijual kembali.

Dengan demikian mitra mendapatkan harga retail, bahkan lebih murah dari retail karena brand tersebut telah bekerjasama dengan Woobiz.

Alur bisnis Woobiz, pertama mitra dapat memesan dan membayar barang jualan melalui platform Woobiz. Setelah barang diterima, mitra dapat mulai berjualan.

Dalam platform, mitra akan diberikan informasi harga pasar sebuah barang, sehingga memudahkan mitra untuk menentukan harga jual yang menarik pembeli.

Platform Woobiz juga memudahkan mitra dalam berjualan dengan adanya fitur untuk menawarkan barang daganggannya lewat WhatsApp.

Selain itu, platform Woobiz juga mengusung teknologi machine learning untuk memprediksi permintaan barang berdasarkan penjualan mitra.

Hal ini dapat memudahkan mitra dalam berjualan, sekaligus membantu brand rekanan Woobiz untuk dapat lebih efektif dalam menembus pasar baru dan memasarkan produk.

Baca juga: Mencicipi lipstik beraroma wafer

Untuk mitra, komisi akan turun setiap melakukan transaksi di Woobiz.

Komisi Woobiz akan dikirim ke saldo komisi para mitra setelah barang sampai kepada pembeli. Kemudian, mitra dapat mencairkan komisi.

Saat ini, Woobiz telah bekerjasama dengan lebih dari 60 brand, yang sebagian besar adalah brand lokal, mulai dari fesyen, makanan dan minuman, hingga kosmetik. Beberapa merek lokal ternama yang sudah menjalin relasi yaitu Orang Tua Group, Kimbo, Dear Me Beauty dan Mbok Subur.

Ke depan, selain ingin menggandeng lebih banyak brand, Woobiz, yang saat ini memiliki platform dalam bentuk web apps, juga berencana meluncurkan aplikasi di Google Play Store.

Woobiz juga menargetkan lebih banyak perempuan untuk dilatih dan bergabung menjadi mitra.

"Woobiz tidak memerangi gender equality, tapi kami ingin mendukung dan mendorong kualitas dari sisi perempuan. Kami ingin perempuan bisa mandiri secara finansial, dan bisa lebih memerdekakan diri," ujar Putri.

Baca juga: Jokowi kenalkan konsep "market place" online kepada petani

Baca juga: Menkominfo dorong "market place" bantu salurkan KUR

Baca juga: Anne Avantie perkenalkan market place virtual anneavantiemall.com

 

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara menkop ubah citra koperasi dari sekadar pelaku ekonomi pinggiran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar