Laporan dari China

ADB suntikkan 300 juta yuan produksi bahan bakar hayati di Liaoning

ADB suntikkan 300 juta yuan produksi bahan bakar hayati di Liaoning

Tim dari ADB menginspeksi SDIC Biological Technology Co Ltd yang memproduksi etanol di Diaobingshan, Provinsi Liaoning, wilayah timur laut China, Selasa (22/10) (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Diaobingshan, Liaoning, China (ANTARA) - Bank Pembangunan Asia (ADB) memberikan suntikan permodalan senilai 300 juta yuan atau sekitar Rp596 miliar kepada SDIC Biological Technology Co Ltd yang memproduksi bahan bakar hayati etanol guna menekan tingginya polusi di Provinsi Liaoning, China.

"Ini sesuai komitmen kami untuk memberikan kredit lunak kepada SDIC dalam jangka waktu dua tahun terhitung mulai 2018," kata Spesialis Senior Lingkungan Divisi Asia Timur ADB, Zhou Yun, kepada Antara di Diaobingshan, Provinsi Liaoning, Selasa (22/10).

Liaoning merupakan salah satu provinsi penyumbang polusi terbesar di daratan China. Dengan bantuan dari ADB tersebut kelangsungan produksi etanol berbahan baku jagung oleh SDIC dapat terjaga.

Total investasi untuk pembangunan pabrik etanol di kabupaten yang berjarak sekitar 150 kilometer di selelah utara Ibu Kota Provinsi Liaoning di Shenyang itu mencapai 1,35 miliar yuan. Sebagian besar modal atau sekitar 1,2 miliar yuan digunakan untuk pembangunan konstruksi pabrik di atas lahan seluas 794 hektare.

"Meskipun ada sokongan dana dari pemerintah pusat, kami masih butuh pinjaman dari ADB agar bisa terus berproduksi," kata Manajer Keuangan SDIC Yang Dong.

Ia menyebutkan bahwa perusahaannya yang mempekerjakan sekitar 150 karyawan itu telah mampu memproduksi 306.000 ton bahan bakar hayati etanol, 276.300 ton pakan ternak, dan 20.000 ton minyak jagung per tahun.
Sejumlah kendaraan bermotor mengantre di SPBU Diobingshan, Provinsi Liaoning, China, Selasa (22/10), untuk mendapatkan bahan bakar hayati etanol seharga 6,6 yuan (Rp13.000) per liter. ANTARA/M. Irfan Ilmie
"Semua produk kami berbahan baku utama dari jagung. Selain etanol, bahan baku jagung bisa menghasilkan produk turunan lainnya sehingga ada nilai tambah," ujarnya sambil menunjukkan sampel produk-produk tersebut di ruang kendali produksi SDIC.

Bahan bakar hayati etanol mudah didapat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum di Diaobingshan dengan harga eceran 6,6 yuan atau sekitar Rp13.000 per liter.

"Setiap hari kami bisa menjual 8 ton etanol," kata Weiyu Li selaku manajer SPBU Renmin Lu Diaobingshan di sela-sela memantau antrean kendaraan bermotor yang hendak mengisi etanol. 

Baca juga: Siswa SMP olah nenas jadi bahan bakar alternatif
Baca juga: Kemenperin wanti-wanti RUU Minol tak larang penggunaan etanol

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar