Komunitas Kaskus Regional Banyumas siap gelar Banyuhike 2019

Komunitas Kaskus Regional Banyumas siap gelar Banyuhike 2019

Bupati Banyumas Achmad Husein (dua dari kanan) saat menerima rombongan komunitas Kaskus Regional Banyumas di Ruang Joko Kahiman, Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (23/10/2019). (ANTARA/Sumarwoto)

Wilayah desa di kaki bukit dengan bentangan hutan yang cukup luas ini sedang mengalami krisis debit air yang dikelola melalui Pamsimas. Ironi bagi mereka, masyarakat dengan sumber daya hutan yang melimpah ternyata tak mampu menjadi penopang sumber da
Purwokerto (ANTARA) - Komunitas Kaskus Regional Banyumas siap menggelar Banyuhike 2019 pada 10 November sebagai wujud kepedulian lingkungan yang dikemas dalam gerakan kenali desa dan problematikanya, kata Koordinator Kaskus Regional Banyumas Nur Cahyo Arif Wibowo.

"Banyuhike digagas oleh komunitas Kaskus Regional Banyumas yang merupakan representatif tingkat kabupaten dari Kaskus Indonesia di Jakarta bersama warga Desa Sunyalangu. Konsep acara disuguhkan dengan hiking dan penanaman pohon," katanya di sela kegiatan audiensi dengan Bupati Banyumas Achmad Husein di Ruang Joko Kahiman, Pendopo Si Panji, Purwokerto, Rabu.

Menurut dia, kegiatan Banyuhike didasari atas kondisi musim kemarau pada 2019 yang berlangsung lebih panjang dari tahun sebelumnya sehingga efek kekeringan yang berkepanjangan melanda beberapa wilayah.

Ia mengatakan kondisi yang memprihatinkan ada di wilayah Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, karena desa yang berpenduduk sekitar 10.000 jiwa dan berjarak sekitar 14 kilometer dari Purwokerto harus hidup dengan keterbatasan sumber daya air

"Wilayah desa di kaki bukit dengan bentangan hutan yang cukup luas ini sedang mengalami krisis debit air yang dikelola melalui Pamsimas. Ironi bagi mereka, masyarakat dengan sumber daya hutan yang melimpah ternyata tak mampu menjadi penopang sumber daya air bagi masyarakatnya," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, Banyuhike 2019 mengajak warganet di Banyumas untuk menyelami topografi bukit desa sekaligus sikap peka lingkungan dengan gerakan menanam 1.000 pohon di area sumber mata air warga.

Baca juga: Berharap kekeringan segera berlalu

Baca juga: BPBD: kekeringan masih terjadi di Banyumas


Menurut dia, Banyuhike 2019 mengambil jarak tempuh 7 km menembus hutan perbukitan dengan medan bervariasi yang akan menjadi pengalaman mengesankan bagi peserta.

"Di tengah event ini peserta akan menanam pohon yang telah disediakan panitia. Banyuhike 2019 selain mengantarkan wargenet Banyumas untuk mengenal alam Desa Sunyalangu, juga mendorong tumbuhnya jiwa peduli kepada alam dan lingkungan sekitar. Banyuhike 2019 juga merupakan ajang berkumpulnya komunitas komunitas pendukung yang ada di wilayah Banyumas dan menjadi tempat sinergi yang positif untuk ke depannya," kata Wibowo.

Terkait dengan rencana kegiatan tersebut, Bupati Banyumas Achmad Husein memberikan apresiasi kepada Kaskus Regional Banyumas yang akan menggelar kegiatan Banyuhike 2019.

Kendati demikian, dia menyarankan agar bibit pohon yang akan ditanam diperbanyak pohon aren sehingga tidak seluruhnya jenis buah-buahan.

"Konon, akar pohon aren mampu mengikat air 50 kali lebih banyak dibandingkan dengan akar pohon lainnya. Selain itu, pohon aren banyak manfaatnya, niranya bisa dijadikan gula," katanya.

Baca juga: Tak perlu tunggu hujan, petani Banyumas diminta bersiap tanam padi
 

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur Jateng pimpin Apel Kebangsaan Pelajar Banyumas

Komentar