salah satu prioritas untuk memperbaiki neraca perdagangan adalah dengan mendorong pembenahan industri substitusi impor.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan menyiapkan berbagai program untuk menekan tingginya defisit neraca perdagangan yang diamanatkan Presiden Joko Widodo.

"Program terkait sektor riil termasuk neraca perdagangan yang perlu diperbaiki, karena industri nonmigas positif dan migas defisit," ujar Airlangga usai serah terima jabatan Menko Perekonomian di Jakarta, Rabu.

Airlangga mengatakan salah satu prioritas untuk memperbaiki neraca perdagangan adalah dengan mendorong pembenahan industri substitusi impor.

Program itu antara lain dengan menyelesaikan restrukturisasi kilang TPPI untuk meningkatkan kegiatan ekspor dalam waktu singkat.

Kemudian, tambah dia, mendorong penggunaan energi biofuel untuk B30 dan pemanfaatan B100 di masa depan untuk mengurangi impor migas.

Baca juga: Airlangga akan prioritaskan penerapan "omnibus law"

Selanjutnya dengan meningkatkan kapasitas industri yang mempunyai kesempatan untuk menumbuhkan kinerja ekspor nasional.

"Kalau bicara kapasitas ekspor, harus melalui investasi yang harus didorong, terutama kapan investasi B100 bisa didorong," kata Airlangga.

Ia menambahkan tugas lainnya yang akan dilakukan adalah terkait pengendalian laju inflasi dengan penyiagaan pasokan pangan melalui koordinasi dengan Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik.

Selain itu, kata dia, mengawal lahirnya industri yang dapat menciptakan lapangan kerja dan fokus terhadap pembangunan infrastruktur untuk menciptakan jalur ekonomi terutama kepada industri kecil.

Sebelumnya, Airlangga yang pada periode 2016-2019 menjabat sebagai Menteri Perindustrian terpilih sebagai Menko Perekonomian di Kabinet Indonesia Maju menggantikan Darmin Nasution.

Baca juga: Airlangga dan Luhut dinilai mampu perkuat kawasan strategis BBK

Pewarta: Satyagraha
Editor: Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2019