Menteri PPPA apresiasi peran media atasi masalah anak dan perempuan

Menteri PPPA apresiasi peran media atasi masalah anak dan perempuan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat pertama kali menyambangi Kantor Kemen PPPA disambut pegawai, staf ahli dan deputi. (ANTARA/HO-Humas KPPPA)

Makassar (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau dikenal Bintang Puspayoga mengapresiasi peran media terhadap permasalahan perempuan dan anak di Indonesia.

"Kita harus menjalin hubungan baik dengan media karena mereka adalah mitra yang baik Kemen PPPA. Mereka berada langsung di lapangan dan mungkin lebih paham terhadap permasalahan terkait perempuan dan anak,” ungkap Bintang melalui keterangan resminya di Makassar, Kamis.

Menurutnya, Kemen PPPA perlu bergandengan tangan dengan Kementerian/Lembaga maupun media yang bisa menjadi mitra dalam menangani isu PPPA. Sehingga ia tidak akan berhenti belajar dan berjuang dalam menangani isu PPPA, tentunya dengan menjalin sinergi dan kerja sama dengan stakeholder Kemen PPPA, termasuk media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Baca juga: Bintang Puspayoga, dari ASN jadi Menteri PPPA

Menteri Bintang membeberkan bahwa ia pernah berkecimpung di dunia birokrasi, tepatnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) di bidang perekonomian. Oleh karena itu ia komitmen akan terus menambah wawasan dan kemampuan terkait amanah yang telah diberikan demi memajukan Kementerian PPPA.

“Bagi saya tidak ada istilah tidak mungkin dan tidak bisa asal ada keinginan. Saya memiliki keyakinan yang sangat besar bahwa kita bisa bekerja maksimal," tandas Men-PPPA yang baru saja dilantik oleh Joko Widodo.

Sebelumnya, pada rapat perdana oleh Menteri Bintang yang dihadiri Sekretaris Kementerian, Staf Ahli Menteri dan para Deputi di Kantor Kemen PPPA, Rabu, ia menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo terkait isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Baca juga: Bintang Puspayoga yakin persoalan perempuan dan anak bisa teratasi

“Saya ingin menyampaikan beberapa arahan Presiden yang harus kita sikapi bersama. Secara umum, pertama, di semua Kementerian maupun Lembaga (K/L) tidak ada celah untuk melakukan korupsi. Kedua, kita harus kerja keras dan kerja cepat. Ketiga, jangan bekerja monoton, harus ada inovasi dan kreativitas dengan situasi dan kondisi yang ada,” tutur Menteri Bintang di hadapan lima Deputi Kemen PPPA dan Staf Ahli Menteri PPPA.

Ia menambahkan khusus bagi Kemen-PPPA, harus bisa memberdayakan perempuan di dalam kewirausahaan.

“Ketika kita ingin memberdayakan perempuan di bidang kewirausahaan, banyak K/L yang bisa kita ajak koordinasi dan bersinergi, di antaranya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah,” katanya.

Menteri Bintang menjelaskan selain terkait pemberdayaan perempuan, Presiden juga menekankan pentingnya permasalahan terkait pekerja anak, melaksanakan kegiatan yang mendorong peran ibu dalam pendidikan, menurunkan angka kekerasan, dan mencegah perkawinan anak.

Dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak, Kemen-PPPA dapat bekerjasama dengan K/L lain, termasuk Polri.

“Saya yakin betul, dengan bekerjasama dan bersinergi kita akan memiliki kekuatan dan energi yang lebih besar, efektif, dan efisien. Kita harus memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang kita laksanakan betul-betul bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat,” lanjut Menteri Bintang.

Baca juga: Menteri PPPA ingatkan tidak ada celah korupsi

Baca juga: Pekerjaan rumah menanti Bintang Darmavati di KPPPA
 

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri PPPA ingin perempuan pekerja di Cilegon terlindungi

Komentar