Wishnutama optimistis tangani pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus

Wishnutama optimistis tangani pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus

Presiden Joko Widodo memperkenalkan Wishnutama di tangga Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (23/10/2019). ANTARA/Desca Lidya Natalia

Ini kan sebenarnya kami pelajari. Kami tidak mengecilkan badan ekonomi kreatif. Jadi secara detail saya ingin mempelajari aturannya bagaimana, apakah penyelarasan dan gabungan ini. Jadi sebenernya saya harus pelajari juga teknisnya bagaimana. Intinya
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengaku optimistis dapat menangani pariwisata sekaligus ekonomi kreatif yang masuk dalam kewenangannya sebagai menteri.

"Ini kan sebenarnya kami pelajari. Kami tidak mengecilkan badan ekonomi kreatif. Jadi secara detail saya ingin mempelajari aturannya bagaimana, apakah penyelarasan dan gabungan ini. Jadi sebenernya saya harus pelajari juga teknisnya bagaimana. Intinya tidak mengecilkan bekraf (Badan Ekonomi Kreatif)," kata Wisnhutama seusai menghadiri sidang kabinet paripurna perdana di Istana Merdeka Jakarta, Kamis.

Wishnutama memimpin kementerian dengan nomenklatur baru yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sebelumnya kementerian ini bernama Kementerian Pariwisata dan ada juga Badan Ekonomi Kreatif yang lahir pada 2014 dipimpin oleh Triawan Munaf.

Penggabungan dua lembaga tersebut dikritik oleh sutradara dan pelaku seni Ernest Prakasa melalui cuitan twitternya.

Ernest pada Rabu (23/10) mencuit "Para pelaku industri kreatif rame-rame dukung Jokowi. Hadiahnya: Badan Ekonomi Kreatif pun lenyap. Terimakasih banyak Pak @jokowi buat plot twist-nya"

Ernest berpendapat peleburan praktis membuat pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif tak berjalan maksimal. Sebab kedua sektor tersebut saat ini sama-sama masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

"Ini soal kementerian dan Bekraf itu saya masih butuh proses pemahaman saya nanti bicara," tambah Wishnutama.

Ia pun mengaku sampai saat ini kedua lembaga tersebut masih terpisah, artinya ia memimpin dua lembaga berbeda.

"Sampai saat ini belum (bergabung), masih sama saja. Sementara ini masih sama, tidak ada perubahan apa-apa dan sementara saya memimpin dua tempat itu," ungkap Wishnutama.

Ia pun mengaku belum tahu mengenai rencana penggabungan dua lembaga tersebut selanjutnya.

"Iya pas diputuskan itu saya belum sempat tanya ini bagaimana. Tapi sepemahaman saya itu demikian," tambah Wishnutama.

Wishnutama mengaku juga masih akan bekerja sama dengan kementerian desa untuk mengeksplorasi desa-desa wisata.

"Intinya kita akan bekerja sama dengan desa pariwisata tentunya dan justru jadi akan daya tarik baru premium yang sifatnya unik. Kalau desa kan punya pengalaman yang berbeda, tidak harus yang mewah jadi desa wisata adalah salah satu hal menarik juga untuk dikunjungi. Bahkan bukan karena namanya desa wisata untuk target pariwisata, tidak, justru premium," jelas Wishnutama.

Namun ia masih mempelajari potensi desa-dewa wisata tersebut apalagi ia baru sehari dilantik.

"Saya perlu rapat dulu, sehingga saya tahu apa saya dilakukan. Kan ini baru dilantik. Peningkatan itu harus dipelajari. Jumlah wisatawan itu harus dipelajari. Jadi sebenarnya tidak melulu tingkatkan jumlah. Nah ini saya sedang mengukur, bagaimana strategi kita, enggak melulu harus kuantitasnya juga, kualitas wisatawan juga harus penting," ungkap Wishnutama.

Sebelum menjabat sebagai menteri, Wishnutama adalah pendiri NET Mediatama Televisi. Sebelumnya, ia adalah Direktur Utama Trans 7, Trans TV serta NET dan juga Komisaris Utama NET serta komisaris Kumparan.

Namun ia mengaku akan meninggalkan semua jabatannya di perusahaan tersebut karena menjabat sebagai menteri.

Pada 2018 ia dipercaya untuk menjadi Creative Director (Sutradara Kreatif) Opening and Closing Ceremony Asian Games 2018.

Baca juga: Wishnutama diminta tuntaskan Kepres 10 destinasi wisata

Baca juga: Pengamat: Menpar diharapkan mampu menggerakkan potensi seni budaya


 

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wishnutama: perlu ekosistem baru dalam mendukung pariwisata

Komentar